Baru Berusia 28 Tahun, Pemuda Ini Sukses Jadi CEO dan Punya 150 Karyawan

Di usia muda, dengan tanggungan utang miliaran rupiah, Calvin sempat dilanda kebingungan. Sementara, sang ibu, terus memberikan semangat kepadanya

Baru Berusia 28 Tahun, Pemuda Ini Sukses Jadi CEO dan Punya 150 Karyawan
Warta Kota
Calvin Lutvi Pengusaha Muda 

WARTA KOTA, JAKARTA- Menjadi seorang pebisnis sukses, tidak harus dilakukan ketika usia sudah matang. Ini dibuktikan oleh Calvin Lutvi, pemuda berusia 28 tahun yang saat ini memimpin sejumlah perusahaan skala multinasional. Ia bahkan telah menekuni dunia ini sejak usianya masih 21 tahun, saat ia masih mahasiswa jurusan Bisnis Manajemen di Universitas Bina Nusantara, Jakarta.

Masuknya Calvin ke dunia bisnis berawal ketika sang ayah meninggal pada tahun 2010. Saat itu, bisnis yang dijalankannya mulai berkembang baik, yakni perusahaan bisnis penyewaan kapal bernama PT Sinar Pasific Marine. Calvin, yang saat itu merasa belum cukup kompeten memegang sebuah perusahaan, dihadapkan pada pilihan sulit. Saat itu ia harus menaggantikan posisi sang ayah sebagai direktur utama di perusahaan itu.

“Saya sebagai anak lelaki satu-satunya harus meneruskan apa yang telah dirintis ayah saya. Mau tidak mau saya harus terjun dengan bekal ilmu yang saya miliki. Kebetulan saat kuliah ayah mengajari saya bagaimana menjalankan bisnis ini,” kata Calvin saat ditemui Warta Kota di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (10/8).

Pada awalnya bisnis berjalan normal, karena ia hanya meneruskan. Bahkan, di bawah kemempinannya, perusahaan mampu meremajakan sejumlah kapal. Namun, badai datang pada pertengahan 2014, ketika harga sawit anjlok. PT Sinar Pasific Marine yang dikelola Calvin terkena imbas dengan pemutusan sejumlah kontrak pengangkutan kelapa sawit.

“Saat itu kami menyewakan kapal tanker untuk pengangkutan minyak kepala sawit. Berhubung harga sawit anjlok, perusahaan memutus kontrak kami demi memotong cost. Kami kelabakan waktu itu. Bahkan pada 2015 kami ajukan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) ke bank,” jelasnya.

Di usia muda, dengan tanggungan utang miliaran rupiah, Calvin sempat dilanda kebingungan. Sementara, sang ibu, terus memberikan semangat kepadanya, memastikan bahwa sebuah kesulitan pasti memiliki jalan keluar.

Calvin juga termotivasi dengan kakeknya dari garis keturunan sang ayah, Muzakkir Walad. Muzakkir Walad merupakan gubernur Aceh yang pernah menjabat selama dua periode yakni 1968-1973 dan 1973-1978. Walad saat itu dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan mampu menyelesaikan sejumlah permasalahan wilayah yang dianggap pelik.

“Saat itu saya memutuskan untuk bangkit dan berjuang. Adanya masalah itu untuk diselesaikan, bukan kita justru lari darinya,” ujar pria kelahiran Jakarta, 2 Juni 1989 ini.

Masalah-masalah yang datang membuat jalan pikirannya makin matang. Ia kemudian mencari cara, bagaimana agar perusahaan itu bisa selamat. Berbekal koneksi yang baik dengan sejumlah pelaku usaha, sebuah perusahaan bernama PT Star Petrochem Tbk bersedia mengakuisisi perusahaan milik Calvin pada awal 2016. Bahkan, kemudian, berkat kinerja mumpuni yang Calvin tunjukkan, ia dipercaya menjadi Presiden Direktur PT Star Petrochem Tbk.

Waktu terus berjalan dan insting binis Calvin tidak hanya berhenti sampai di situ. Berbekal pengalaman akuisisi yang dilakukan terhadap perusahaannya, muncul ide bisnis baru. Ia berencana membuat perusahaan yang bergerak di bidang financial advisor, hanya dalam kurun waktu dua bulan setelahnya.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help