WartaKota/
Home »

Depok

Ayah yang Diduga Bunuh Bayinya Rajin Kerja Bakti Saat Masih Tinggal di Depok

Faisal merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara. Dua saudaranya meninggal saat masih kecil.

Ayah yang Diduga Bunuh Bayinya Rajin Kerja Bakti Saat Masih Tinggal di Depok
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Jayadi, Ketua RT 5/8, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok. 

WARTA KOTA, DEPOK - Meski agak pendiam dan tertutup, Faisal Amir (27), ayah yang diduga membunuh bayinya yang berusia 3 bulan, sebenarnya cukup rajin dan aktif kerja bakti.

Setidaknya saat ia mengontrak di Kampung Rawa Denok, RT 5/8, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Kota Depok.

Hal itu dikatakan Jayadi (60), Ketua RT 5/8, Rangkapan Jaya Baru, tampat di mana Faisal sempat tinggal mengontrak bersama ibu dan empat adiknya.

Baca: Diduga Kesal Istrinya Jarang Pulang, Ayah Bunuh Bayinya di Apartemen

"Meski Faisal agak pendiam dan agak tertutup sama warga, dia rajin sekali kalau ada kerja bakti. Kalau sama saya sih, dia cukup bergaul. Hanya, kalau sama warga mungkin agak pendiam," kata Jayadi kepada Warta Kota, Rabu (9/8/2017).

Menurut Jayadi, Faisal bersama empat adik dan ibunya, Sujanawati, tinggal mengontrak di wilayahnya, di mana ibu Faisal mengelola usaha teh kemasan. Faisal merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara. Dua saudaranya meninggal saat masih kecil.

"Makanya kaget juga waktu dikasih informasi, Faisal bunuh bayinya sendiri. Enggak nyangka juga. Karena orangnya sebenarnya baik, walau agak pendiam dan kurang bergaul sama warga. Mungkin canggung dan enggak nyambung," tutur Jayadi.

Baca: Kepada Ibunda, Faisal Mengaku Bayinya Tak Sengaja Terbekap Bantal Hingga Tewas

Meski Faisal pendiam dan tertutup, kata Jayadi, tidak ada gelagat yang aneh dari dirinya.

"Biasa saja. Kadang bantu ibunya usaha teh. Tapi setahu saya, waktu tinggal di sini, dia katanya kerja. Karena kebanyakan pergi setiap harinya daripada di rumah, kadang pakai motor, kadang jalan. Tapi enggak tahu kerja apa," papar Jayadi.

Menurut Jayadi, mereka tinggal di salah satu kontrakan di wilayahnya selama sekitar dua tahun, mulai sekitar 2013 sampai 2015. Saat tinggal di sana, menurut Jayadi, ibu Faisal mengurus administrasi kependudukan dari KTP dan KK.

Baca: Bayi Ajaib di Enrekang Akhirnya Punya Identitas, Ini Dia Nama Lengkapnya

"Jadi catatan KTP mereka memang warga sini, warga Kampung Rawa Denok RT 5/8, Rangkapan Jaya Baru. Mereka tadinya pindahan dari Grogol, Kecamatan Limo, Depok," ungkap Jayadi.

Kemudian, kata Jayadi, sekitar 2015, keluarga Sujanawati pindah kontrakan ke Kampung Benda di Cipayung.

"Mereka cari kontrakan yang agak besar dan jalannya bisa masuk mobil. Soalnya ibunya Faisal usaha teh kemasan dan makin berkembang. Jadi sampai sekarang mereka tinggal mengontrak di Kampung Benda," jelas Jayadi.

Diberitakan sebelumnya, Faisal Amir (27) diduga kuat membunuh bayi perempuannya yang berusia tiga bulan, KAA, di Tower Dahlia 19 KP Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (8/8/2017) sore. Motifnya diduga karena Faisal kesal lantaran sang istri jarang pulang. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help