PKB: Kalau Penolakan Full Day School Tak Ditanggapi, Jokowi Tak Perlu Dipertahankan di 2019

Menurut PKB, sekolah lima hari dapat mematikan pendidikan berbasis kerakyatan seperti Madrasah Diniyah.

PKB: Kalau Penolakan Full Day School Tak Ditanggapi, Jokowi Tak Perlu Dipertahankan di 2019
TRIBUNNEWS/DH SAPTO NUGROHO
Maman Imanulhaq 

WARTA KOTA, KRAMAT - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus menyerukan penolakan terhadap kebijakan sekolah delapan jam dan lima hari, atau yang mereka sebut sebagai full day school.

Menurut PKB, sekolah lima hari dapat mematikan pendidikan berbasis kerakyatan seperti Madrasah Diniyah.

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengaku sudah berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo perihal tersebut, namun kebijakan sekolah lima hari itu tetap berjalan.

Baca: Saat Diimunisasi BCG, Tak Ada yang Aneh Atau Istimewa dari Bayi Ajaib di Enrekang

Bahkan, Wakil Sekretaris Jenderal PKB Maman Imanulhaq menegaskan, jika permintaan itu tak digubris, PKB akan mencabut dukungan terhadap Jokowi di Pilpres 2019.

"Jangan sampai teriakan kita dianggap teriakan biasa, ini teriakan serius. Penolakan ini akan kita rumuskan dan disampaikan ke DPR. Kalau tidak ditanggapi Presiden, maka dapat kita katakan Jokowi sudah tidak berpihak kepada masyarakat Diniyah.

Baca: Mendikbud: Bukan Full Day School tapi Penguatan Pendidikan Karakter

"Jokowi menipu Umat Islam, Jokowi tidak perlu kita pertahankan di 2019," tegas Imanulhaq, saat berbicara di depan ratusan peserta Halaqoh Kebangsaan DPP PKB di Hotel Acacia, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017).

PKB melihat penyeragaman sistem sekolah lima hari justru membuat karakter bangsa yang sesuai Bhineka Tunggal Ika, menjadi luntur.

Baca: Fadli Zon Nilai Dana Haji untuk Investasi Infrastruktur Sangat Berisiko Tinggi

Menurut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Madrasah justru mampu membentuk pendidikan karakter.

"Masing-masing bisa mandiri, jangan diseragamkan, kebijakan yang dinilai baik buat Jakarta belum tentu bagus buat yang lain. Jadi biarkan Madrasah tetap membangun karakter yang sudah terjaga," tuturnya. (Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help