WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Pedagang Minta Difasilitasi Tempat di Dalam Pasar Serdang

Pedagang di Pasar Serdang direncanakan akan ditata oleh pihak Pemerintah Kota Jakarta Pusat.

Pedagang Minta Difasilitasi Tempat di Dalam Pasar Serdang
Rangga Baskoro
Suasana Jalan Serdang I yang seringkali macet. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, KEMAYORAN -- Pedagang di Pasar Serdang direncanakan akan ditata oleh pihak Pemerintah Kota Jakarta Pusat.

Hal tersebut dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas di Jalan Serdang I yang notabene merupakan akses menuju RSUK Kemayoran.

Menanggapi hal tersebut, pedagang buah-buahan bernama Herman (57), menuturkan sudah lama meminta untuk direlokasi ke dalam area pasar.

Namun pihak pengelola beralasan tak ada lagi ruang untuk bisa menampungnya.

"Saya sama teman-teman sudah lama minta masuk ke dalam, sekitar 1 tahun yang lalu. Tapi katanya penuh, baru sekarang saya mendengar lagi kalau akan ditata," ujarnya di lokasi, Senin (7/8).

Ia mengapresiasi langkah pemkot untuk merelokasi pedagang-pedagang yang berjualan di pinggir jalan.

Ia pun menyadari bahwa area dagang yang ditempatinya menutupi akses jalan.

"Ia tahu kok kalau gak bener. Habis bagaimana lagi? Gak ada tempatnya. Mudah-mudahan benar-benar direlokasi," ujarnya.

Sedangkan pedagang es cendol bernama Syuaeb (38) menyatakan relokasi tak akan berdampak besar pada dirinya.

Hal itu disebabkan lantaran ia berdagang menggunakan gerobak.

"Ya saya kan pakai gerobak, jadi bisa didorong. Kalau memang gak boleh jualan disini paling pindah-pindah saja," ucapnya.

Meski begitu, Syuaeb mengharapkan agar rencana relokasi juga diiringi dengan mencari lahan parkir untuk motor-motor agar Jalan Serdang I menjadi lebih mudah untuk dilewati kendaraan.

"Jalannya kan sudah mentok, gak bisa diperbesar lagi. Lebih baik cari lahan parkir. Biar motor-motor gak parkir di depan sini. Saya biar dagang pakai gerobak kadang-kadang juga susah lewatnya, macet dan padat," kata Syuaeb. (*)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help