Kasus Pria Dibakar di Bekasi, Efek Kekuatan Psikologi Massa dan Hukum yang Dirasa Tak Hadir

Para pelaku juga gagal memahami, bahwa harga nyawa tidak bisa dibandingkan dengan harga amplifire.

Kasus Pria Dibakar di Bekasi, Efek Kekuatan Psikologi Massa dan Hukum yang Dirasa Tak Hadir
ISTIMEWA
ILUSTRASI 

WARTA KOTA, PALMERAH - Psikolog forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan, siapa pun jika terjebak dalam situasi yang memungkinkan, bisa terpancing melakukan hal-hal di luar logika, seperti membakar orang hidup-hidup.

Saat dihubungi Tribunnews, ia menyebut tidak ada jaminan bahwa hanya mereka yang berpendidikan maupun berpenghasilan rendah yang berpotensi melakukan kejahatan itu.

Mereka yang berpenghasilan tinggi maupun yang tergolong sebagai kaum intelektual, jika terjebak di situasi yang sama, juga bisa melakukan hal-hal di luar logika.

Baca: Diduga Curi Pengeras Suara Musala, Pria Tanpa Identitas Dibakar Warga Bekasi

"Itulah kekuatan psikologi massa, yang bekerja bukan lagi psikologi individu per individu. Dalam situasi psikologi massa, kelakuan orang kaya bisa sama dengan orang miskin. Orang berstatus sosial tinggi serupa dengan orang berstatus sosial rendah dan sejenisnya," tutur Reza.

Peristiwa pembakaran orang yang masih hidup, berlangsung pada Selasa lalu (1/8/2017) lalu di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Korban berinisial MA sebelumnya dituduh mencuri amplifier musala oleh warga. Setelah dikeroyok massa, ia kemudian dibakar hidup-hidup.

Reza Indragiri Amriel menduga para pelaku pembakaran di Kabupaten Bekasi, lupa memikirkan hal-hal substansial, seperti konsekuensi dari tindakan mereka.

Baca: Pria yang Dibakar Warga Bekasi Tinggal di Cikarang Utara

Para pelaku juga gagal memahami, bahwa harga nyawa tidak bisa dibandingkan dengan harga amplifire yang diduga oleh orang-orang dicuri oleh korban pembakaran.

Halaman
12
Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help