WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Tora Sudiro Tidak Tahu Dumolid yang Dia Pakai Mengandung Obat Terlarang

Tora Sudiro menuturkan kepada penyidik bahwa dirinya tidak mengerti, dumolid yang ia konsumsi mengandung benzoat.

Tora Sudiro Tidak Tahu Dumolid yang Dia Pakai Mengandung Obat Terlarang
Warta Kota/Nur Ichsan
Tora Sudiro 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Aktor Tora Sudiro menuturkan kepada penyidik bahwa dirinya tidak mengerti, dumolid yang ia konsumsi mengandung benzoat.

Pasalnya, dumolid merupakan psikotropika golongan IV yang melanggar Undang-Undang.

Padahal, kepada penyidik Tora mengatakan konsumsi dumolid sejak setahun lalu.

"Menurut pengakuan TS bahwa dia sama sekali tidak memahami obat ini (dumolid) adalah obat-obatan keras dan melanggar UU," Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung di Polres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baaru, Jakarta Selatan, Jumat (4/8/2017), saat rilis dan menetapkan Tora sebagai tersangka kasus penyalahgunaan psikotropika.

Pangky Perkasa saudara kandung Mieke Amalia mengatakan bahwa Tora dan istri mengkonsumsi dumolid karena menderita sleeping disorder yang disebabkan padatnya pekerjaan.

"Memang seperti itu (susah tidur), nggak ada tanda-tanda mereka sebagai pecandu. Kak Mieke jauh dari obat-obat terlarang, saya yakin kalau kakak dan mas Tora tidak tau Dumolit dikonsumsi itu harus menggunakan resep dokter," ucap Pangky yang ditemui di Polres Jakarta Selatan.

Obat-obat golongan psikotropika harusnya hanya bisa dikeluarkan dengan resep dokter. Kenyataannya obat-obatan keras jenis dumolid sangat mudah didapat tanpa resep dokter.

Kasus Tora dan Mieke membuat mata publik terbuka bahwa pengawasan dan sosialisasi mengenai obat-obatan di Indonesia, kurang maksimal.

Vivick mengatakan, pihak kepolisian akan menindak tegas pelaku yang menjual dumolid secara bebas dan mengimbau ke masyarakat agar melaporkan jika mengetahui ada yang menjual obat keras tersebut.

"Kita tetap keras untuk melakukan penindakan kepada seluruh pengedar atau penjual bebas tanpa izin. Untuk itu kami imbau kepada masyarakat bahwa kami punya program lapor berantas narkoba berbasis IT," tegas Vivick.

Saat diselidiki, Tora sudah setahun belakangan mendapat dumolid dari rekannya. Namun sampai saat ini, Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan masih mendalami rekan Tora yang memberikan dumolid tersebut.

"Kami masih mendalami karena dari TS sendiri tidak bisa memberikan pendataan yang jelas kepada rekannya dan sampaikan bahwa tidak tahu namanya siapa, sudah lupa. Bukan (artis), teman yang berkunjung aja. Itu penyampaiannya," ujar Vivick.

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help