WartaKota/

Sepak Bola

Ternyata Barca Sakit Hati Ditinggal Neymar, Teringat Pengkhianatan Luis Figo

Mantan presiden Barcelona Joan Gaspart berkata bahwa dia yakin kepindahan Neymar ke Paris Saint-Germain mirip dengan hengkangnya Luis Figo.

Ternyata Barca Sakit Hati Ditinggal Neymar, Teringat Pengkhianatan Luis Figo
AFP/Kompas.com
Ekspresi bintang Barcelona, Neymar, saat melawan Athletic Bilbao, pada perempat final kedua Copa del Rey di Stadion Camp Nou, 27 Januari 2016. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Mantan presiden Barcelona Joan Gaspart berkata kepada Cadena SER bahwa dia yakin kepindahan Neymar ke Paris Saint-Germain mirip dengan hengkangnya Luis Figo ke Real Madrid.

Waktu itu Figo dicerca sebagai pengkhianat dan mata duitan karena menyeberang kepada musuh bebuyutan Barca itu pada 2000 dalam rekor transfer yang juga termahal di dunia saat itu.

Dia terus diejek saat berlaga di Camp Nou.

Kepindahan Neymar ke PSG sepertinya tidak akan memprovokasi level kemarahan yang sama sewaktu Figo pindah karena Neymar tidak pindah ke musuh utama Barcelona itu.

Baca: BERITA VIDEO: Beberapa Artis Jadi Target Operasi Narkoba

Namun kemarahan sudah terlanjur ditumpahkan ke dia.

Poster bertuliskan "pengkhianat" dan "tentara bayaran" terlihat di berbagai sudut kota Barcelona, sedangkan klub ini sendiri sudah mencampakkan Neymar dari iklannya.

"Saya pernah melihat situasi mirip seperti itu tetapi Neymar tidak di kapal yang sama dengan Figo yang sendirian, tetapi sekarang Neymar sudah tidak sendirian," kata Gaspart.

"Saya sudah melihat pemain-pemain besar seperti (Diego) Maradona dan Ronaldo, yang lebih baik dari pada Neymar, juga meninggalkan Barca karena klub lain mampu membayar klausa jual mereka.

"Namun mereka pergi dengan bermartabat, tanpa membuat banyak keributan. Saya tidak melihat itu dari prilaku Neymar kepada klub, kepada pendukung dan kepada rekan-rekan satu timnya."

Gaspart juga kecewa kepada mantan presiden Barca lainnya, Joan Laporta, untuk memanfaatkan kepindahan Neymar ini sebagai alasan mengkritik Josep Maria Bartomeu dan dewan direksi Barca saat ini.

Baca: Dumolid Bisa Sebabkan Kerusakan Saraf Permanen Jika Tak Terkontrol

"Saya terluka melihat orang yang saya hormati memanfaatkan masalah ini untuk menyalahkan klub. Neymarlah yang harus disalahkan," kata dia.

"Ini bukan kesalahan Barca. Ini bukan kesalahan dewan direksi. Ini bukan kesalahan para pemain, mereka sudah berbuat segalanya untuk membujuk dia bertahan. Ini kesalahan Neymar," tutup dia dalam laman ESPN. (Antaranews.com)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help