WartaKota/

Indonesia Targetkan Produksi Mobil Listrik Mulai 2020

Alasan empat universitas itu dipilih, karena fakultas teknik mereka sudah mampu mengembangkan suku cadang mobil listrik.

Indonesia Targetkan Produksi Mobil Listrik Mulai 2020
Tribunnews.com
Citraan mobil listrik BLITS hasil kerja sama Universitas Budi Luhur dan ITS Surabaya yang akan diikutkan ke Reli Dakar 2018. 

WARTA KOTA, TANAH ABANG - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menyiapkan tim untuk produksi mobil listrik. Rencananya mobil listrik bisa diproduksi mulai 2020.

"Empat perguruan tinggi yang kami tugaskan untuk membuat mobil listrik, targetnya 2020 lah," ujar Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir di Gedung BPPT, Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Nasir telah menunjuk Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Institut Teknolgi Sebelas November Surabaya (ITS), sebagai perancang mobil listrik.

Baca: Yusril Ihza Mahendra: PBB akan Melawan Habis-habisan Pihak yang Ingin Menindas Islam di Indonesia

Alasan empat universitas itu dipilih, karena fakultas teknik mereka sudah mampu mengembangkan suku cadang mobil listrik.

"Mereka adalah perguruan tinggi yang berkonsentrasi mengembangkan baterai. Ada yang pengembangan ke mekatroniknya, ada yang ke materialnya, ada di elektronikanya," jelas Nasir.

Melalui produksi kombinasi, mobil listrik akan menggabungkan beberapa komponen. Semua cuku cadang mobil listrik telah diuji coba sebelumnya.

Baca: Terpidana Korupsi: Di Lapas Sukamiskin Ada Mata-mata KPK

"Kami pada tahun lalu realisasinya pada prototipe, yang sudah melakuan uji prototipe. Inovasinya kita pada skill up, uji material sudah dilakukan, dan pada mekatroniknya sudah diuji," ungkap Nasir.

Nasir menambahkan, tahap selanjutnya adalah meningkatkan kemampuan. Tujuannya untuk bisa diproduksi secara masif melalui skema industri.

"Massal target di 2020, kita ke sana. Tapi enggak bisa langsung kan, ini proses yang harus dilakukan. Sertifikasi harus dilakukan karena ini proses , motor udah selesai," papar Nasir. (*)

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help