Kritik Pembesar Partai Gerindra, Boni Hargens Anggap Isu PKI Mengada-ada

Pengamat Politik Boni Hargens menilai pernyataan Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono yang menyangkutpautkan isu PKI dengan PDIP sebagai mengada-ada.

Kritik Pembesar Partai Gerindra, Boni Hargens Anggap Isu PKI Mengada-ada
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Direktur Lembaga Pemilih Indonesia, Boni Hargens (kiri), Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Sutiyoso, Ketua DPD RI, Irman Gusman, dan Mantan Menko Perekonomian, Rizal Ramli (kiri ke kanan) berdiskusi mengenai calon presiden pada Pemilu 2014 di Jakarta, Kamis (9/5/2013). 

WARTA KOTA, JAKARTA - Pengamat Politik Boni Hargens menilai pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang menyangkutpautkan isu PKI dengan PDI Perjuangan sebagai mengada-ada.

Dia mengecam Arief tidak rasional dan tidak berdasarkan fakta.

"Jangan berpolitik berdasarkan ilusi. Berpolitik harus cerdas, rasional dan berdasarkan fakta. PKI itu sudah tidak ada. Memainkan isu PKI, itu mengada-ada," ujar Boni dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/8/2017).

Menurut Boni, PKI sudah dilarang oleh Tap MPRS No. XXV Tahun 1966.

Baca: Belasan Bangunan Liar di Pinggir Kali Cakung Drain Dibongkar Petugas

Tap MPRS ini jelas menyebutkan pembubaran PKI dan pernyataan PKI sebagai organisasi terlarang, serta larangan terhadap paham Marxisme.

"Jadi, jelas PKI sudah tidak ada dan semua partai wajib menjunjung tinggi dasar ideologi negara, Pancasila," kata Boni.

Menurut Boni, elite politik seharusnya mengedepankan politik santun, rasional dan berdasarkan fakta serta tidak perlu mendiskreditkan lawan politik dengan ilusi-ilusi yang mengancam nilai-nilai demokrasi.

"Mengumbar ilusi-ilusi yang tak berdasarkan fakta juga menjadi contoh buruk bagi perkembangan demokrasi," sambung Boni.

Baca: Facebook Siapkan Perangkat Terbaru Berupa Video Chat dan Smart Speaker

Boni menilai Arief perlu meminta maaf kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan keluarga besar PDIP.

"Sudah seharusnya dia minta maaf. PDIP adalah partai nasionalis yang menjunjung tinggi Pancasila, menghargai nilai-nilai demokrasi dan sudah memberikan sumbangsih besar bagi bangsa dan negara termasuk melahirkan pemimpin bangsa yang pancasilais," kata Boni. (Antaranews.com)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved