Pemprov DKI Batalkan Pembelian 656 Bus Transjakarta Senilai Rp1,5 Triliun

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatalkan kontrak kerjasama pembelian sebanyak 656 unit bus Transjakarta pengadaan tahun 2013.

Pemprov DKI Batalkan Pembelian 656 Bus Transjakarta Senilai Rp1,5 Triliun
Kompas Images
Bus Transjakarta 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

WARTA KOTA, GAMBIR -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatalkan kontrak kerjasama pembelian sebanyak 656 unit bus Transjakarta pengadaan tahun 2013.

Pasalnya, terdapat temuan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Bahwa adanya persekongkolan dalam lelang pengadaan bus tersebut.

"Kemarin ada suara-suara suruh Pemprov DKI bayar pembelian bus TransJakarta yang lama. Makanya saya rapatkan sekarang. Setelah mendengarkan paparan dari Dishub dari Inspektur, BPKD, dan tim TGUPP, kesimpulannya tidak mungkin kita bayar," kata Saefullah, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2017).

Alasannya, lanjut Saefullah, ada Putusan KPPU Nomor 15 tahun 2014. Berbunyi, bahwa proses pengadaan bus itu dulu terbukti secara sah terjadi persekongkolan dalam pengadaaan.

Kemudian, Laporan Hasil Pemeriksa Keuangan BPK RI Tahun 2016, juga merekomendasikan untuk mengadakan pembatalan antara pegadaan barang dan penyedia tersebut.

"Total yang muka Rp 106 miliar untuk seluruh pengadaan. Yaitu untuk 656 unit bus," katanya.

Yaitu bus articulated lima paket, bus single lima paket, dan bus medium empat paket.

"Total nilai pengadaan bus itu Rp 1,5 triliun. Jadi ini tidak mungkin dibayarkan. Ini masalah tahun 2013," katanya.

Putus kontrak

Halaman
12
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help