WartaKota/

Lukisan Koleksi Istana Dipamerkan

Mulai besok, Sekretariat Negara menggelar pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan di Galeri Nasional Indonesia.

Lukisan Koleksi Istana Dipamerkan
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Pengunjung melihat lukisan koleksi Istana Negara dalam pameran bertajuk Goresan Juang Kemerdekaan : Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Galeri Nasional, Jakarta, Selasa (2/8/2016). Pameran menampilkan 28 karya dari 20 maestro lukis Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, Basoeki Abdullah hingga Presiden Soekarno, berlangsung untuk umum dari 2-30 Agustus. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Kementerian Sekretariat Negara kembali melaksanakan Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Bulan Kemerdekaan HUT ke-72 RI Tahun 2017.

Pameran ini diselenggarakan pada 2-30 Agustus 2017 di Galeri Nasional Indonesia. Tahun ini mengangkat judul "Senandung Ibu Pertiwi" yang dimaknai sebagai Tanah Air, tempat kita dilahirkan dan berkarya.

Setelah sukses di tahun pertama 2016, kini pameran lukisan istana digelar lebih besar dengan menampilkan 48 lukisan dari 41 pelukis yang dibuat abad 19 hingga abad 20.

Selain itu juga ada arsip dan dokumentasi yang terkait dengan materi pameran dan pemeliharaan koleksi istana pada ruang khusus. Lalu Lukisan karya Makovsky, salah satu karya yang pernah dikonservasi pada 2004 yang akan ditampilkan melalui LED.

Pameran tahunan ini bertujuan agar masyarakat juga dapat ikut menikmati maha karya seniman lokal masa lalu yang menjadi koleksi istana. Selain itu, untuk memperlihatkan pada komunitas Internasional.

 Juga sebagai wujud komitmen Kementerian Sekretariat Negara dalam pemeliharaan karya-karya seni unggulan dari masa lalu, yang menjadi koleksi di Istana-Istana Kepresidenan. 

Dari 48 lukisan tersebut, dibagi menjadi beberapa tema kecil, yaitu keragaman alam (12 lukisan), dinamika keseharian (11 lukisan), Tradisi dan Identitas (15 lukisan).

Lalu yang tak kalah menarik tema Mitologi dan Religi, mengisahkan masyarakat dari berbagai pelosok Kepulauan Nusantara yang kaya dengan nilai-nilai mitologi yang berasal dari perpaduan agama-agama besar yaitu Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha.

Selama pameran, dilaksanakan juga sejumlah kegiatan, yaitu workshopmelukis bersama Komunitas Difabel, pada 10 Agustus 2017. Diskusi pakar dengan topik Menjaga Ibu Pertiwi, pada 19 Agustus 2017.

Lalu ada lomba lukis kolektif tingkat nasional, pada 26 Agustus 2017. Ditutup dengan workshop menjadi apresiator se-Jabodetabek pada 29 Agustus 2017.

 Anda bisa mengunjungi Galeri Nasional, di Jalan Medan Merdeka Timur nomor 14, Jakarta Pusat. Dibuka setiap harinya pukul 10.00 – 20.00 WIB. 

Setiap akhir pekan, wisatawan dapat mengikuti tur pameran oleh para kurator seni pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan ini. Untuk menghindari atrian dapat melekukan reservasi online melalui www.bek-id.com

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help