Penganiayaan

Kepala Sekolah Diduga Benturkan Kepala Siswa ke Tembok Dibebaskan Polisi, Alasannya Aneh

Kepala Sekolah SMP swasta Salu Mandalle, Soleman, dibebaskan. Polisi beralasan, tidak bisa memproses kasusnya karena tidak ada laporan.

Kepala Sekolah Diduga Benturkan Kepala Siswa ke Tembok Dibebaskan Polisi, Alasannya Aneh
KOMPAS.com/ Junaedi
Gusti (14), seorang siswa kelas VIII SMP swasta Salu Mandalle, dirawat di Rumah Sakit Bunua Mamase, Kabupaten Mamasa, sejak Rabu (26/7/2017) lalu. Dia duga telah dianiaya oleh kepala sekolah SMP Salu Mandalle itu. 

WARTAKOTA, PALMERAH-- Kepala Sekolah SMP swasta Salu Mandalle, Soleman, dibebaskan.

Polisi beralasan, tidak bisa memproses kasusnya karena tidak ada laporan resmi dari korban maupun pelaku.

Soleman dijemput aparat Polsek Mamasa di sekolahnya Jumat pekan lalu lantaran diduga menganiaya Gusti, salah seorang siswa kelas IX.

Gusti diduga ditendang, kepalanya dibenturkan ke tembok sambil dicekik hingga ia jatuh pingsan. 

Tetapi, polisi kemudian membebaskan kepala sekolah tersebut dengan alasan yang aneh, yakni tidak ada laporan.

Padahal kasus penganiayaan ini bukan delik aduan, sehingga polisi bisa bertindak meski tanpa ada yang melapor atau mengadukan.

Baca: Keponakan Setya Novanto Pun Terseret Kasus KTP Elektronik

Kasat Reskrim Polsek Mamasa, Brigadir Jhon Franklin mengaku menemukan dugaan indikasi kekerasan terhadap korban.

Baca: Perjuangan Seorang Imam Homo Saat Menghadapi Hujatan Banyak Orang

Namun ia tidak bisa memproses kasus ini lantaran kepolisian tidak menerima laporan pengaduan dari pihak korban maupun pelaku.

Halaman
12
Editor: Suprapto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help