Berkat Teknologi Aquadvanced, Keluhan Pelanggan Palyja Bisa Diminimalisir

"Aquadvanced ini kan seperti dokter, kita sudah punya data dari 200 sensor yang di pasang di seluruh jaringan pipa Palyja, nah software Aquavanced ini

Berkat Teknologi Aquadvanced, Keluhan Pelanggan Palyja Bisa Diminimalisir
Acep Nazmudin
Pusat kontrol jaringan air PT Palyja. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Acep Nazmudin

WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Perusahan distribusi air bersih di Wilayah Jakarta Barat, PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) terus melakukan inovasi untuk kepuasan pelanggan, satu di antaranya, dengan menghadirkan teknologi terbaru yakni Aquadvanced.

Teknologi Aquadvanced dikembangkan pada tahun 2014 oleh Suez Environnement, perusahaan pengolahan air asal Perancis yang juga merupakan induk perusahaan Palyja, sementara Palyja baru mengaplikasikan teknologi tersebut pada Desember 2016 lalu.

Division Head Strategic Improvement Division PT Palyja Satata Hadi Widada, sejak enam bulan penggunaan teknologi ini, telah banyak perubahan positif yang dirasakan oleh Palyja di antaranya adalah efisiensi energi, waktu lantaran kecepatan menganalisa masalah di jaringan pipa.

Division Head Strategic Improvement Division PT Palyja Satata Hadi Widada, saat menjelaskan keunggulan teknologi aquadvanced yang dikembangkan PT Palyja.
Division Head Strategic Improvement Division PT Palyja Satata Hadi Widada, saat menjelaskan keunggulan teknologi aquadvanced yang dikembangkan PT Palyja. (Acep Nazmudin)

"Aquadvanced ini kan seperti dokter, kita sudah punya data dari 200 sensor yang di pasang di seluruh jaringan pipa Palyja, nah software Aquavanced ini menganalisa, apa sih masalahnya, gimana penanganannya," kata Satata di Kantor Palyja Pejompongan, Jumat (28/7/2017) lalu.

Menurut Satata, Aquadvanced ini melengkapi dan menyempurnakan teknologi yang sebelumnya digunakan oleh Palyja untuk fungsi yang sama, yakni memantau performa jaringan.

Sebelumnya, Palyja telah memiliki Teknologi tersebut berupa aplikasi bernama Topkapi dan Long Term Database (LTDB).

Seluruh data baik dari Topkapi, LTDB kata dia, dimonitor di ruangan bernama Distribution Monitoring Control Center (DMCC), di ruangan ini ada sejumlah petugas yang bekerja 24 jam yang akan menerima informasi yang diolah oleh Aquavanced.

"Data ini yang nantinya akan diinformasikan ke petugas lapangan jika ada hal yang tidak beres di suatu wilayah. Jadi bisa lebih mudah diketahui, apa yang harus dilakukan," kata dia.

Berkat ada Teknologi Aquadvanced, kata dia, sejauh ini telah terjadi tren penurunan jumlah kompalain dari pelanggan Palyja, lantaran Aquadvanced meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, serta mempercepat respons dan aksi penanganan jika terjadi gangguan di jaringan.

Peta wilayah distribusi air PT Palyja di seluruh Jakarta dan sekitarnya.
Peta wilayah distribusi air PT Palyja di seluruh Jakarta dan sekitarnya. (Acep Nazmudin)

"Tren penurunan ada, karena dengan teknologi ini, kita bisa lebih dulu tau jika ada masalah di saluran air, sebelum pelanggan komplain, kita lebih dahulu menginformasikan ke mereka," kata dia.

Kedepan, kata Satata, teknologi ini akan terus dikembangkan ke arah lebih canggih lagi, dimana informasi yang dihimpun oleh Aquadvanced bisa menjangkau customer tidak hanya sampai ke petugas di DMCC.

"Ini sedang dikembangkan, baru kemarin kita gelar workshop dengan rekan-rekan dari Macau yang telah lebih dulu mengaplikasikan teknologi ini," papar dia.

Tergetnya, kata dia, bisa dilakukan pada tahun ini, dan jika memungkinkan hingga kontrak Palyja habis pada 2021, juga akan dikembangkan fitur lainnya untuk mendeteksi kualitas air di seluruh jaringan dengan sensor.

"Kita akan terus berinovasi untuk memberikan kepuasan pelanggan, disamping kita juga lakukan efieinsi dengan teknologi yang ada," kata dia. (*)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved