WartaKota/

Sindikat Kejahatan asal China Serbu Indonesia, Terkini Digerebek di Bali

Kepolisian RI bersama Kepolisian China menggerebek sebuah rumah di Bali yang diduga menjadi sarang pelaku kejahatan siber asal China.

Sindikat Kejahatan asal China Serbu Indonesia, Terkini Digerebek di Bali
kompas.com
Brigjen Pol Rikwanto, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri 

WARTA KOTA, MATRAMAN -- Menyusul temuan satu ton sabu-sabu di Anyer, Banten diikuti tertangkapnya sejumlah warga negara asing (WNA) asal Taiwan beserta beberapa WNI serta tertangkapnya sejumlah pelaku kejahatan yang melibatkan WNA asal RRC dan Taiwan,  Kepolisian RI bersama Kepolisian China menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi sarang pelaku kejahatan siber asal China di Bali, Sabtu (29/7).

 "Petugas menggerebek kemudian menangkap pelaku penipuan dan pemerasan melalui telepon yang berjumlah 31 orang," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto di Jakarta Sabtu.

Dalam penggerebekan itu Polri mengerahkan Tim Satuan Tugas Khusus Badan Reserse Kriminal Polri dan aparat Polda Bali. Rumah yang digerebek berada di Perumahan Puri Bendesa, Benoa Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Sedangkan jumlah personel yang terlibat dalam penggerebeklan ini ialah 19 anggota Tim Satgassus yang dipimpin Wakil Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Kombes Tuna Gogo Sinombing; 21 anggota Satgas CTOC Polda Bali yang dipimpin Kombes Kennedy, dan sembilan polisi dari Kepolisian China.

Dari penggerebekan ini polisi berhasil meringkus 31 orang yang terdiri 17 WNA asal RRC, 10 WNA asal Taiwan dan empat warga negara Indonesia.

Dari 27 WNA yang digerebek itu 18 di antaranya adalah laki-laki dan sembilan sisanya perempuan. Sedangkan empat WNI terdiri dari tiga laki-laki dan seorang perempuan.

Menurut Rikwanto, kasus kejahatan itu terungkap setelah Mabes Polri menerima informasi dari Kepolisian China terkait banyaknya warga China berada di Bali.

"Kemudian petugas memetakan tempat yang diduga dijadikan phone fraud kejahatan via telepon," ujarnya.

Rencananya, ke-27 WNA itu akan dideportasi dan diproses hukum di China lantaran kejahatan mereka dilakukan di sana.  Sementara terhadap empat WNI, Tim Satgassus Bareskrim akan mengembangkan keterangan untuk menyelidiki peran mereka.

Dari penggerebekan itu polisi menyita 38 telepon rumah, 25 modem, tujuh router, 10 laptop, delapan telepon seluler, seperangkat CCTV dan enam paspor.

Halaman
12
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help