Kapolsek Menduga Tawuran di Johar Baru Kerap Disabotase

Tawuran antar warga khususnya di kawasan Johar Baru sering kali terjadi. Tak jelas sejak kapan dan dari mana asal muasalnya

Kapolsek Menduga Tawuran di Johar Baru Kerap Disabotase
Rangga Baskoro
Kapolsek Johar Baru, Kompol Maruhun Nababan menduga tawuran yang kerap terjadi di Johar Baru hanyalah sebuah pengalihan isu. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, JOHAR BARU -- Tawuran antar warga khususnya di kawasan Johar Baru sering kali terjadi. Tak jelas sejak kapan dan dari mana asal muasalnya, namun ledakan petasan selalu menjadi sinyal pecahnya tawuran.

Bukan petasan yang harganya recehan, namun petasan yang kerap dijadikan kembang api di saat perayaan acara tertentu yang biasanya mereka gunakan sebagai alat untuk memancing amarah warga kampung yang ada di sebelahnya.

Harganya? Berada dikisaran Rp 300.000 - 150.000. Kemudian, muncul pertanyaan terkait siapa oknum yang menyediakan petasan tersebut. Padahal kondisi ekonomi mayoritas pemuda di Johar Baru berada di level menengah ke bawah. Banyak pula dari mereka yang pengangguran dan masih menggantungkan kehidupan pada orang tuanya.

Kapolsek Johar Baru, Kompol Maruhun Nababan menduga tawuran yang kerap terjadi di Johar Baru hanyalah sebuah pengalihan isu. Terdapat oknum yang sengaja memperkeruh suasana untuk mencapai maksud dan tujuan tertentu.

"Disini jelas, pelakunya adalah para pemakai narkoba. Ini jelas disabotase. Mereka yang membuat kericuhan," kata Maruhun Nababan, di Jalan Baladewa Kiri, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat.

Sabotase yang dimaksud adalah tawuran hanyalah dijadikan alat sebagai pengalihan isu setiap ada transaksi narkoba yang terjadi di sekitar Kelurahan Tanah Tinggi maupun Kampung Rawa.

Nababan menyebutkan kawasan di sekitar lokasi tawuran memang banyak peredaran narkoba. Hal itu dibuktikan dengan penangkapan pemuda-pemuda yang positif menggunakan narkoba saat terjadinya tawuran di sekitar Kampung Rawa dan Tanah Tinggi.

"Dari dulu memang narkoba disini banyak. Tapi mereka pemakai saja. Ternyata yang selama ini kami amankan kalau ada tawuran, mereka pemakai narkoba. Bukan peminum. Umurnya di bawah 17 tahun," tuturnya.

Kapolsek tidak mengetahui secara pasti apakah para bandar yang membiayai petasan-petasan seharga ratusan ribu itu.

Namun, ia meyakini bahwa pemuda yang sering tawuran di Johar Baru tak akan mampu membeli petasan tersebut.

"Dibiayain sih kami gak tahu. Tapi yang jelas, dari mana mereka petasan segede itu? Apa mereka mampu beli? Pemuda disini kerja juga enggak kok," ungkapnya.

Di sisi lain, Max (73) Ketua RW 05 Kelurahan Kampung Rawa mengatakan menjadikan tawuran sebagai alat pengalihan isu transaksi narkoba di Johar Baru sudah menjadi rahasia umum. Namun pihaknya kesulitan untuk membuktikan kebenaran hal tersebut.

"itu (pengalihan Isu) sudah jadi rahasia umum. Sudah lama sekali terdengar. Tapi kami kan gak bisa buktikan hal itu," ujarnya. (*)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved