WartaKota/

Sri Mulyani Sarankan Dana Haji Diinvestasikan ke Surat Utang Negara

Sri Mulyani menjamin dana tersebut tidak mengurangi jatah milik jemaah.

Sri Mulyani Sarankan Dana Haji Diinvestasikan ke Surat Utang Negara
Tribunnews.com
ILUSTRASI 

WARTA KOTA, SENAYAN - Presiden Joko Widodo ingin menginvestasikan dana haji pada proyek infrastruktur.

Sehingga, dana yang sudah terkumpul di Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji (BPPKH) sebesar Rp 90 triliun, bisa digunakan untuk pembangunan negara sembari menunggu jemaah berangkat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, dana haji adalah dana umat yang secara rata-rata jemaah baru bisa menggunakan tujuh tahun kemudian atau lebih. Karena itu, Sri Mulyani menyarankan dana haji ditaruh di Surat Utang Negara.

Baca: Fadli Zon: Pemerintah Lagi Belajar Jadi Diktator

"Salah satu yang aman adalah memberi SUN, dan SUN ada yang berbentuk syariah, yaitu Surat Berharga Syariah Negara," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Sri Mulyani menjamin dana tersebut tidak mengurangi jatah milik jemaah. Karena, lembaga pengelola bertugas agar uang tersebut dikelola sesuai kebutuhan lembaga tersebut.

"Pengelola dana haji adalah profesional, dan pemerintah mempunyai instrumen untuk menyerap itu," jelas Sri Mulyani.

Baca: Buni Yani Bakal Jadikan Hermansyah Saksi Ahli di Persidangan Kasusnya

Mantan Managing Director Bank Dunia ini menambahkan, semua pengelolaan dana haji akan memberikan manfaat secara tidak langsung, baik jemaah maupun masyarakat umum lainnya.

"Dana ini harus dikelola secara prudent dan akuntabel," tegas Sri Mulyani. (*)

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help