PT Jakpro Yakin Konstruksi Fisik LRT Kelapa Gading-Velodrome Rampung Desember 2017

Direktur Proyek LRT Jakarta, Allan Tandiono, mengatakan, hingga akhir Juni 2017 ini, progres pembangunan koridor I tersebut telah mencapai 29,6 persen

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, KELAPA GADING -- Pihak PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bersama pihak Waskita, yakin menargetkan pembangunan fisik proyek Light Rapid Transit (LRT) koridor I jalur Kelapa Gading - Velodrome, rampung akhir Desember 2017 mendatang.

Direktur Proyek LRT Jakarta, Allan Tandiono, mengatakan, hingga akhir Juni 2017 ini, progres pembangunan dari koridor I tersebut telah mencapai 29,6 persen.

"Dan pengerjaan, terus dikebut selama 24 jam dengan dua shift pengerjaan untuk mengejar perhelatan Asian Games 2018. Pembangunan fisik LRT di Koridor 1 sepanjang 5,8 kilometer (km) ini, kami targetkan bisa rampung di akhir tahun ini. Baik pengerjaan fisik konstruksi pilar, stasiun, hingga depot sebenarnya dijadwalkan selesai pada Maret tahun depan, tetapi apabila melihat progres konstruksi sudah makin maju, maka optimis dapat rampung Desember, atau Januari nanti," ujarnya, Kamis (27/7/2017).

Suasana pembangunan fisik proyek Light Rapid Transit (LRT) koridor I jalur Kelapa Gading - Velodrome, Kamis (27/7).
Suasana pembangunan fisik proyek Light Rapid Transit (LRT) koridor I jalur Kelapa Gading - Velodrome, Kamis (27/7). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Ia akui, di pengerjaan dan pemasangan sistem sinyal menjadi tantangan yang terbesar karena proses pemasangannya cukup komplek.

"Itu dengan mengadaptasi teknologi sejenis yang telah ditetapkan di Korea Selatan. Sistem ini diharapkan bisa beroperasi pada April 2018, serta pada proses pengujian LRT, bisa dimulai pada Mei hingga pertengahan Agustus tahun depan," paparnya.

Suasana pembangunan fisik proyek Light Rapid Transit (LRT) koridor I jalur Kelapa Gading - Velodrome, Kamis (27/7).
Suasana pembangunan fisik proyek Light Rapid Transit (LRT) koridor I jalur Kelapa Gading - Velodrome, Kamis (27/7). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Per tanggal 26 Juni 2017, papar Allan, proses pengerjaan LRT yang menghubungkan wilayah Jakarta Utara dengan Jakarta Timur tersebut, sudah mencapai 29,61 persen, atau jauh lebih cepat 0,90 persen dari target 28,70 persen. Dia menerangkan kembali setelah jalur Velodrome selesai, akan terus dilanjutkan ke Dukuh Atas.

"Nantinya juga akan terintegrasi dengan LRT Jabodetabek. Terkait hal harga tiket di koridor ini nanti ditentukan oleh Pemprov DKI Jakarta," ucap Allan kembali.

Suasana pembangunan fisik proyek Light Rapid Transit (LRT) koridor I jalur Kelapa Gading - Velodrome, Kamis (27/7).
Suasana pembangunan fisik proyek Light Rapid Transit (LRT) koridor I jalur Kelapa Gading - Velodrome, Kamis (27/7). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Sementara itu, Project Contractor LRT Koridor I Velodrome-Kelapa Gading, Sonny Setiawan di lokasi proyek mengaku pihaknya akan lakukan penyesuaian di sejumlah entrance stasiun. Dia juga mengatakan, pihaknya akan terus lakukan pengerjaan proyek itu dengan cepat.

"Namun tanpa mengorbankan aspek kualitas maupun safety bagi para pekerjanya dan juga pengguna lalu lintas di lokasi. Terkait hal dana proyek yang dikerjakan ini, gunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga Rp 5,2 Triliun.

Suasana pembangunan fisik proyek Light Rapid Transit (LRT) koridor I jalur Kelapa Gading - Velodrome, Kamis (27/7).
Suasana pembangunan fisik proyek Light Rapid Transit (LRT) koridor I jalur Kelapa Gading - Velodrome, Kamis (27/7). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Proyek ini, kata Sonny dikerjakan selama 610 hari sejak Januari 2017 hingga Agustus 2018, dengan menggandeng PT Wijaya Karya, serta konsultan dari PT Mott MacDonald Indonesia.

"Sampai akhir tahun, kami fokus dipengerjaan pilar dan mendatangkan precast beton yang dipasok dari Cileungsi, Karawang, dan Subang. Jika pengerjaan fisiknya sudah selesai, maka dilanjutkan pemasangan sistem jalur double track," kata Sonny.

Suasana pembangunan fisik proyek Light Rapid Transit (LRT) koridor I jalur Kelapa Gading - Velodrome, Kamis (27/7).
Suasana pembangunan fisik proyek Light Rapid Transit (LRT) koridor I jalur Kelapa Gading - Velodrome, Kamis (27/7). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Diketahui, proyek LRT Koridor I Kelapa Gading - Velodrome diproyeksikan akan sepanjang 5,8 km, dari Pilar 0 hingga Pilar 161. Terdiri dari 6 stasiun utama dimana salah satunya diketahui merupakan stasiun depo seluas 12 hektare.

"Pengerjaan LRT ini cakup pondasi, di struktur layang, bangunan stasiun, bangunan stasiun, bangunan depo, pekerjaan sipil, hingga utilitas, konstruksi rel, mekanikal dan elektrikal. Selain itu, cakup juga tenaga penggerak traksi serta sistem konduktor, pemasangan sistem kontrol, serta informasi, pemasangan tiket otomatis, platform screen door, dan juga pada pekerjaan pendukung lainnya," kata Sonny kembali. (*)

Suasana pembangunan fisik proyek Light Rapid Transit (LRT) koridor I jalur Kelapa Gading - Velodrome, Kamis (27/7).
Suasana pembangunan fisik proyek Light Rapid Transit (LRT) koridor I jalur Kelapa Gading - Velodrome, Kamis (27/7). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
JLNT tetap diterobos pengendara sepeda motor.
JLNT tetap diterobos pengendara sepeda motor. (Warta Kota)
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help