Home »

News

» Jakarta

Perusahaan Taksi Aplikasi Bermotif Runtuhkan Taksi Konvensional

Ketua Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan mengatakan, perusahaan aplikasi transportasi dituding memiliki motif menghancurkan taksi konvensional.

Perusahaan Taksi Aplikasi Bermotif Runtuhkan Taksi Konvensional
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Petugas tampak sedang memberi pengarahan kepada sopir taksi online yang sedang mengantre di PKB Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (2/8/2015). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Perusahaan aplikasi transportasi dituding memiliki motif menghancurkan taksi konvensional. Ketua Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan yang berpendapat demikian, Rabu (27/7/2017).

Apalagi pasca keluarnya peraturan menteri peraturan Menteri No 26 Tahun 2017 tentang angkutan online yang salah satu isinya memperbolehkan roda empat berkapasitas dibawah 1.300 CC menjadi angkutan online.

"Sayangnya masalah kuota taksi online yang diatur dalam Permen tersebut belum diputuskan. Bahkan, setelah memberlakukan Permen 26 pada awal Juli lalu, pemerintah seolah melepasnya begitu saja," ujar Shafruhan ketika dihubungi wartawan, kemarin.

Imbasnya angkutan konvensional yang sudah membantu dan mengikuti aturan pemerintah semakin terpuruk.

"Dari 34 perusahaan taksi, tinggal empat yang masih bisa eksis," kata Shafruhan.

Shafruhan menjelaskan, dampak dari ketidaktegasan pemerintah terhadap angkutan online akan berpengaruh terhadap industri transportasi dan menghancurkan tatanan transportasi massal di Jakarta.

Sebab, kata dia, angkutan online yang bebas berekspansi tanpa kontrol pemerintah kerap memberikan harga promo dalam operasinya.

Berkali-kali, lanjut Shafruhan, pebisnis aplikasi angkutan online menyatakan tidak pernah mengambil keuntungan dari operasional angkutan online dan terus merugi karena memberikan promo.

Faktanya, dalam catatan perusahaan, pebisnis tidak pernah merugi meskipun promo tersebut sudah berjalan lebih dari 1 tahun.

"Perusahaan resmi aplikasi selalu bicara tidak ambil keuntungan. Lalu motifnya apa? Saya melihat mereka punya motif menghancurkan industri transportasi lokal dan mereka akan masuk menggantikan semua," ungkap Shafruhan.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help