WartaKota/

Jokowi Minta Kepala Daerah Jangan Gemar Simpan Uang APBD di Bank

Melihat kondisi tersebut, Jokowi mengimbau pemerintah daerah maupun pusat untuk memulai budaya bekerja sejak awal tahun.

Jokowi Minta Kepala Daerah Jangan Gemar Simpan Uang APBD di Bank
Kompas.com
Presiden Joko Widodo berbicara saat menemui tenaga kerja Indonesia (TKI) di Asia World Expo Ground, Hongkong, Minggu (30/4/2017) 

WARTA KOTA, PALMERAH - Presiden Joko Widodo menyindir kepala daerah yang gemar menyimpan dana APBD di bank selama berbulan-bulan, dan baru membelanjakannya jelang akhir tahun.

Mengendapnya dana tersebut di bank dan tidak segera dibelanjakan, kata Jokowi, membuat peredaran uang di berbagai daerah menjadi sedikit dan kering pada awal-awal tahun.

"Kita harus bangun sebuah budaya kerja, uang APBD segera dikeluarkan, jangan sampai sudah ditransfer dari pusat, DAU (dana alokasi umum)-nya tidak segera digunakan," tutur Jokowi dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2017, Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Baca: Sudah Survei Rumah, KPAI Nilai Tsania Marwa Layak Asuh Kedua Anaknya

Menurut Jokowi, kepala daerah banyak yang terlambat mengeluarkan uang APBD untuk membangun infrastruktur di wilayahnya, dan hal ini sudah berjalan selama bertahun-tahun.

"Ini perlu saya ingatkan, biasanya daerah maupun pemerintah pusat itu mengeluarkan uang paling kebut-kebutan pada bulan-bulan di akhir tahun, bayar ini bayar itu," ungkap Jokowi.

Melihat kondisi tersebut, Jokowi mengimbau pemerintah daerah maupun pusat untuk memulai budaya bekerja sejak awal tahun, setidaknya melakukan pembayaran uang muka untuk belanja infrastruktur.

Baca: Asma Ayushita Kambuh di Kawah Ijen

"Jadi jangan kita senang menaruh uang APBD di bank selama berbulan-bulan, sehingga peredaran uang menjadi kering," ucapnya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, posisi simpanan pemda di perbankan pada akhir Februari 2017 tercatat sebesar Rp 168,43 triliun.

Jumlah ini mengalami penurunan Rp 16,9 triliun dari realisasi simpanan yang menganggur di bank pada periode yang sama 2016, sebesar Rp185,37 triliun. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help