WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Proyek Breakwater di Tiga Pulau Kepulauan Seribu Dinilai Sarat Pelanggaran UU Lingkungan

"Penurunan material breakwater atau batu beton dilakukan secara serampangan, ceroboh dan tanpa perhitungan sama sekali.."

Proyek Breakwater di Tiga Pulau Kepulauan Seribu Dinilai Sarat Pelanggaran UU Lingkungan
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Proyek pembangunan pemecah ombak (Breakwater) berlangsung di tiga pulau pemukiman Kabupaten Kepulauan Seribu, Rabu (26/7). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, KEPULAUAN SERIBU -- Ketua Pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Tingkat II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kepulauan Seribu, Didi Setiadi, menerangkan jika terdapat proyek pembangunan pemecah ombak (Breakwater) di tiga pulau pemukiman Kabupaten Kepulauan Seribu, antara lain Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, dan Pulau Sebira, sarat akan pelanggaran.

Menurut Didi, diduga kuat apabila pembangunan itu sudah merusak ekosistem laut.

"Proyek pengerjaan Breakwater atau pemecah gelombang atau ombak sebuah proyek usulan dari instansi Suku Dinas Tata Air Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu tahun 2016 dan 2017. Tahun anggaran 2017, proyek pembangunan breakwater ini dilakukan di tiga pulau pemukiman, yakni Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung dan di Pulau Sebira. Perusahaan kontraktor pemenang tender adalah PT JBI itu patut diduga kuat pengerjaan proyek pemecah ombak itu sarat dengan pelanggaran Undang-Undang (melanggar UU Nomor 32 tahun 2009 yang tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pasal 98)" katanya kepada awak media, Rabu (26/7/2017).

Proyek pembangunan pemecah ombak (Breakwater) berlangsung di tiga pulau pemukiman Kabupaten Kepulauan Seribu merusak terumbu karang, Rabu (26/7).
Proyek pembangunan pemecah ombak (Breakwater) berlangsung di tiga pulau pemukiman Kabupaten Kepulauan Seribu merusak terumbu karang, Rabu (26/7). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Ia melanjutkan,"Serta patut diduga kuat terjadi pengerusakan ekosistem pantai, khususnya di ekosistem terumbu karang secara masif, serta terstruktur, juganterencana di area Kepulauan Seribu," katanya kembali.

Ia menerangkan, pembangunan di Kepulauan Seribu sedang gencar-gencarnya dilaksanakan terutama pembangunan insfrastruktur (fisik).

Proyek pembangunan pemecah ombak (Breakwater) berlangsung di tiga pulau pemukiman Kabupaten Kepulauan Seribu merusak terumbu karang, Rabu (26/7).
Proyek pembangunan pemecah ombak (Breakwater) berlangsung di tiga pulau pemukiman Kabupaten Kepulauan Seribu merusak terumbu karang, Rabu (26/7). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Ia juga mengatakan, pihaknya juga menyambut baik dan mendukung perihal kegiatan tersebut lantaran bermuara pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan masyarakat secara umum.

"Namun, sudah menjadi rahasia umum jikalau seringkali pembangunan tersebut seringkali ya dilakukan dengan cara-cara yang tidak benar, cacat prosedural hingga seringkali melanggar ketentuan dan perundang-undangan yang kini berlaku yang dilakukan oleh oknum-oknum di lokasi dan tidak bertanggungjawab. Alasannya sangat sederhana, yaitu mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya dengan mengabaikan ketentuan yang berlaku," ungkapnya.

Proyek pembangunan pemecah ombak (Breakwater) berlangsung di tiga pulau pemukiman Kabupaten Kepulauan Seribu merusak terumbu karang, Rabu (26/7).
Proyek pembangunan pemecah ombak (Breakwater) berlangsung di tiga pulau pemukiman Kabupaten Kepulauan Seribu merusak terumbu karang, Rabu (26/7). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Rusaknya ekosistem laut, kata Didi, terindikasi pada tahapan pengerjaannya, dimana material batu breakwater tersebut diangkut oleh kapal pengangkut (tongkang), menurunkan material itu menghampar hampir di sepanjang pinggir pantai atau tubiran.

"Yang dimana garis areal pemasangan proyek breakwater sepanjang sekisar 700 meter serta membentang di sepanjang sisi pantai selatan Pulau Tidung. Penurunan material breakwater atau batu beton berbentuk kubus dengan ada lubang di keempat sisinya ini dilakukan secara serampangan, ceroboh dan tanpa perhitungan sama sekali. Sehingga dipastikan penuh, telah menimpa areal ekosistem terumbu karangnya di sepanjang 700 meter," paparnya.

Proyek pembangunan pemecah ombak (Breakwater) berlangsung di tiga pulau pemukiman Kabupaten Kepulauan Seribu, Rabu (26/7).
Proyek pembangunan pemecah ombak (Breakwater) berlangsung di tiga pulau pemukiman Kabupaten Kepulauan Seribu, Rabu (26/7). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Ia menambahkan," Kalau kami perkirakan rata-rata lebar areal ekosistem karang-karang tepi pantai selatan yang dijadikan area penurunan material breakwater maka didapat angka yang perkiraan kerusakan areal terumbu karang itu adalah 700 meter x 10 meter, maka total 7000 meter persegi. Angka yang sangat fantastis ya untuk ukuran pulau pemukiman di Kepulauan Seribu yang termasuk katagori di pulau-pulau kecil," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help