Muchtar Effendi Mengaku Pernah Didatangi Utusan Johan Budi, Minta Hartanya Dibagi Dua

Terpidana kasus suap sengketa pilkada Muchtar Effendi mengaku pernah didatangi utusan mantan Juru Bicara KPK Johan Budi.

Muchtar Effendi Mengaku Pernah Didatangi Utusan Johan Budi, Minta Hartanya Dibagi Dua
TRIBUNNEWS/FERDINAND WASKITA
Muchtar Effendi (jas hitam), terpidana kasus suap sengketa pilkada, saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Pansus Angket KPK di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/7/2017). 

WARTA KOTA, SENAYAN - Terpidana kasus suap sengketa pilkada Muchtar Effendi mengaku pernah didatangi utusan mantan Juru Bicara KPK Johan Budi.

Mereka menginginkan harta Muchtar Effendi yang dinilai cukup besar.

"Satu tahun bertepatan Bulan Ramadan 2016, saya didatangi dari utusan bawa nama Johan Budi. Kalau saya ngarang, saya dosa, pak," kata Muchtar dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dalam Pansus Angket KPK, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Orang tersebut, kata Muchtar, menawarkan harta itu sebaiknya dibagi dua, karena menjelang Lebaran, sehingga terdapat tunjangan hari raya.

Baca: Novel Baswedan Disiram Air Keras, Muchtar Effendi: Alhamdulilah, Itu Mungkin karena Azab Allah

"Harta Pak Muchtar bisa kita dikembalikan apabila Pak Muchtar mau tanda tangan harta itu dibagi dua. Hak jual harus diserahkan ke mereka," ujar Muchtar.

Namun, Muchtar menolak tawaran tersebut karena merasa harta yang dimilikinya bukanlah berasal dari hasil korupsi.

Pansus Angket KPK lalu kembali mencecar apakah Muchtar yakin mengenai utusan Johan Budi.

Muchtar berani menjamin bahwa apa yang dikatakannya benar.

"Utusan Johan Budi, namanya lupa saya, tapi nomor HP-nya ada di saya. Kalau saya ngarang, dosa pak," ucapnya.

Halaman
123
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved