Jadikan Jalur Hijau sebanyak 85 Bangunan Liar Di Cakung Barat Ditertibkan

Lokasi penertiban tersebut nantinya akan dikembalikan fungsinya, sebagai saluran air, jalur hijau dan jalan inspeksi.

Jadikan Jalur Hijau sebanyak 85 Bangunan Liar Di Cakung Barat Ditertibkan
Joko Supriyanto
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur melakukan penertiban sejumlah bangunan liar yang berada di saluran Irigasi Tengah, RT 02 dan 03/RW 07 Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Rabu (26/7/2017). Setidaknya 85 bangunan liat terkena dampak dari penertiban tersebut. Lokasi penertiban tersebut nantinya akan dikembalikan fungsinya, sebagai saluran air, jalur hijau dan jalan inspeksi. 

WARTA KOTA, CAKUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur melakukan penertiban sejumlah bangunan liar yang berada di saluran Irigasi Tengah, RT 02 dan 03/RW 07 Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Rabu (26/7/2017).

Setidaknya 85 bangunan liat terkena dampak dari penertiban tersebut. Lokasi penertiban tersebut nantinya akan dikembalikan fungsinya, sebagai saluran air, jalur hijau dan jalan inspeksi.

Sebanyak 424 personil gabungan dikerahkan untuk melakukan penertiban tersebut, selain itu dua unit alat berat jenis eskavator dan shovel loader diterjunkan.

Walikota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana mengatakan sebelum dilakukan penertiban pihaknya sudah melakukan sosialisasi. Bahkan surat peringatan pertama hingga ketiga sudah diberikan. Pemilik bangunan juga sudah direlokasi ke Rusun Cakung Barat atau Albo.

“Penertiban ini bentuk tindak lanjut hasil rapat kemarin ya. Surat Peringatan serta sosialisasi juga kita telah berikan kepada warga. Jadi Seluruh bangunan liar ini kita tertibkan karena lahan akan dikembalikan ke fungsinya," katanya, Rabu (26/7).

"Nanti akan dikembalika sebagai saluran air, jalur hijau dan jalan inspeksi sebgai akses RSUD Tipe B dan Majid Raya yang akan kita bangun di Tahun 2018,” tambahnya.

Menurutnya, penertiban yang dilakukan sudah sesuai dengan Instruksi Gubernur 118 Tahun 2016 tentang penertiban terpadu. Dalam mendukung program 5 Tertib.

”Kita sudah terbitkan Surat Peringatan I hingga III bahwa mereka telah menyalah gunakan aturan dengan menmpati lahan pemerintah,” katanya.

Dijelaskan Walikota, Dari 85 bangunan warga yang menghuni ada 70 kepala keluarga (KK) jumlah 201 jiwa dengan luas yang terdampak 2.479 meter persegi, terdiri dari bangunan Rumah Tinggal, Bangunan Tempat Usaha, dan Sarana Ibadah. Dari jumlah itu, 35 KK sudah direlokasi ke Rusun Albo Cakung Barat.

“Selain Surat Peringatan dan sosialisasi, sebelumnya juga kita telah lakukan operasi kemanusiaan. Jadi para penghuni kita bantu memindahkan barang-barang rumah ke Rusun Cakung Barat,” ujarnya.

Semantara itu H. Syahrudi Pemilik Wakaf Musholla Nurur Rohim mengungkapkan, dirinya mendukung adanya penertiban ini. Meskipun, bangunan sarana ibadah Musholla Nurur Rohim harus dibongkar.

” Saya mendukung penertiban ini, karena bangunan sendiri juga melanggar aturan berdiri dilahan negara, jadi saya mendukung dengan ikhlas jika ditertibkan untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Syahrudi menambahkan, dirinya mengapresiasi langkah pemerintah yang telah memindahkan untuk sementara segala kegiatan belajar mengaji yang telah berjalan.

”Lebih seratus orang anak anak yang mengaji di musholla ini. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah melalui Bu Lurah untuk memperbolehkan menggunakan ruangan kantor Kelurahan ini yakni di ruang aula lantai tiga untuk menjadi sarana mengaji anak-anak. Intinya kita tidak mau anak-anak keluyuran nantinya,” katanya. (Joko Supriyanto)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved