Home »

News

» Jakarta

Kuota Angkutan Pengganti Bemo Mencapai 3.000 Unit

Bajaj roda 4 ini hanya pilihan saja. Sebenarnya pemilik bemo itu boleh beralih ke bajaj roda 4 atau bajaj roda 3

Kuota Angkutan Pengganti Bemo Mencapai 3.000 Unit
Rangga Baskoro
Bemo di sekitar Jalan Pejompongan masih beroperasi meski Dishub DKI Jakarta sudah melakukan pelarangan sejak tanggal 6 Juni 2017. 

WARTA KOTA, TANAHABANG - Kuota populasi bajaj roda 4 (pengganti bemo) di Jakarta masih amat banyak. Terhitung masih ada slot mencapai 3.000 unit.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah, menjelaskan, bajaj roda 3 dan bajaj roda 4 maupun bemo sebenarnya masuk dalam kategori angkutan lingkungan kawasan tertentu.

Hanya bisa beroperasi di salah satu wilayah kota administrasi di provinsi DKI Jakarta.

"Bajaj roda 4 ini hanya pilihan saja. Sebenarnya pemilik bemo itu boleh beralih ke bajaj roda 4 atau bajaj roda 3," kata Andri ketika ditemui Wartakotalive.com, Senin (24/7/2017) siang.

Makanya, kata Andri, walau bajaj roda 4 diadakan untuk pengganti bemo yang jumlahnya tak lebih dari 300 unit di jakarta, tetapi kuota bajaj roda 4 tak sekecil itu.

"Kuotanya masih banyak 1.000, 2.000 atau 3.000 unit bajaj roda 4 lagi juga masih masuk kuotanya," ucap Andri.

Sebab kuotanya disatukan dengan bajaj biru sebanyak 14.426 unit di Jakarta.

"Sekarang bajaj biru itu baru ada 11.000 unit. Makanya masih bisa 3.000 unit bajaj roda 4 lagi. Tergantung minat saja," kata Andri.

Pengadaan bajaj roda 4 diadakan langsung PT Kolamas Jaya, operator bajaj dan bemo.

Bajaj roda 4 yang dipakai kini bermerek bajaj dengan jenis quote petrol. Tapi pemilik bemo tetap boleh menggunakan bajaj roda 4 asalkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

Halaman
123
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help