Garam Langka di Tangerang
Garam di Tangerang mulai langka. Keberadaannya saat ini sukar ditemukan oleh para pembeli.
WARTA KOTA, TANGERANG - Garam di Tangerang mulai langka. Keberadaannya saat ini sukar ditemukan oleh para pembeli.
Banyak warga yang berkeluh kesah mengenai permasalahan ini. Tati (56), warga RT 01/07 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, susah payah membeli penyedap masakan itu. Biasanya ia dengan mudah mendapatkan garam di sejumlah warung di sekitar kediamannya.
"Susah di sini nyari garam, enggak ada yang jual. Biasanya banyak yang dagang, tapi ini enggak ada sama sekali di sini," ujar Tati saat berbincang santai dengan Warta Kota di Tanah Tinggi, Tangerang, Banten, Senin (24/7/2017).
Baca: Djarot Baru Tahu Ahmad Dhani Paham Arkeologi dan Kemuseuman
Ibu beranak lima yang membuka warung rumah makan itu pun merasa kelimpungan. Ia harus jauh - jauh bertolak ke pasar untuk mencari garam tersebut.
"Di pasar juga susah nyarinya. Sekalinya ada tapi harganya naik," ungkapnya.
Tati menyebut harga garam mengalami kenaikan signifikan. Tembus di angka 100 persen.
Baca: Istana Gelar Lomba Masak Ikan, Pemenangnya Bakal Hidangkan Makanan untuk Jokowi Saat 17 Agustus
"Biasanya harga cuma Rp 2.000, eh sekarang jadi Rp. 4.000," kata Tati.
Hal senada diungkapkan warga lainnya, Nuryani (43). Warga asal Pinang, Tangerang ini harus berputar - putar hanya untuk mendapatkan sebungkus garam.
"Sudah cari ke warung mana-mana susah. Sekalinya ada ya cuma dapet sebungkus kecil aja," imbuh Nuryani.
Baca: Jokowi: Orang Ekonomi Jangan Masuk ke Politik
Satu dari pedagang garam di Tangerang, Uda (36) menjelaskan, sudah sepekan ini dirinya belum mendapat pasokan garam dari agen tempatnya belanja.
"Garam sekarang memang langka. Enggak ada barangnya, kalau ada juga paling cuma stok lama," jelasnya.
Sementara, Kabid Dinas Perdagangan Kota Tangerang Juniar mengaku pihaknya sudah mengetahui keluh kesah yang dirasakan masyarakat. Ia menyatakan jajarannya segera menindaklanjuti.
"Hari ini juga tim akan turun ke lapangan. Guna mencari tahu penyebab dan persamasalahannya," papar Juniar. (*)