Buron Sebulan, Residivis Johar Baru Dicokok Polisi

Petugas Polsek Johar Baru mencokok Hardi Haryanto (24) alias Ngaok, residivis yang kerap melakukan aksi kriminal menggunakan senjata tajam.

Buron Sebulan, Residivis Johar Baru Dicokok Polisi
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Petugas Polsek Johar Baru mencokok Hardi Haryanto (24) alias Ngaok, residivis yang kerap melakukan aksi kriminal menggunakan senjata tajam. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, JOHAR BARU - Petugas Polsek Johar Baru mencokok Hardi Haryanto (24) alias Ngaok, residivis yang kerap melakukan aksi kriminal menggunakan senjata tajam.

Ngaok ditangkap di Jalan Rawa Tengah, Gang VIII, Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (23/7/2017) sekitar pukul 15.00.

Ia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) lantaran melakukan perampasan menggunakan senjata tajam terhadap Parno (21).

Baca: Bupati Enrekang Tak Percaya Ada Bayi Lahir Setelah Dikandung Tiga Jam, Polisi Berjaga-jaga

"Pelaku melakukan aksinya pada tanggal 14 Juni lalu. Saat itu, pelaku dibantu temannya yang masih buron. Dua-duanya merupakan residivis," tutur Kompol Suyatno, Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat saat dikonfirmasi, Senin (24/7/2017).

Penangkap dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang melihat Ngaok sedang berada di sekitar lokasi. Saat itu dirinya sedang nongkrong bersama teman-teman sebayanya.

Ketika hendak dihampiri, Ngaok yang mencurigai gerak-gerik petugas mencoba melarikan diri. Namun, petugas lain yang datang dari arah berlawanan langsung menyergapnya.

Baca: Pindahan dari Kolong Tol Kalijodo, Bangunan Liar di Tubagus Angke Ditertibkan Satpol PP

Pria yang sudah buron selama satu bulan lebih ini, sambung Suyatno, tak segan-segan menghabisi nyawa korbannya apabila melawan. Ia juga kerap membawa tas berisi senjata tajam dan kunci letter L yang sudah dimodifikasi.

"Bahkan temannya yang masih buron diduga memiliki senjata api. Saat ini kami masih mencari pelaku itu," ujar Suyatno.

Atas perbuatannya, Ngaok harus mendekam di jeruji besi dan dikenakan pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan, dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved