Boni Hargens Cabut Laporan Terhadap 300 Akun Medsos yang Menudingnya Sakaw

Alasan pencabutan lantaran para terduga pelaku meminta maaf secara sadar dan ikhlas, karena telah melayangkan fitnah.

Boni Hargens Cabut Laporan Terhadap 300 Akun Medsos yang Menudingnya Sakaw
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Boni Hargens yang diwakili oleh Forum Pengacara Kesatuan Tanah Air (Fakta), mencabut laporan terhadap 300 akun medsos, yang diduga memfitnah Boni sakaw saat tampil di stasiun televisi swasta. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR - Boni Hargens yang diwakili oleh Forum Pengacara Kesatuan Tanah Air (Fakta), mencabut laporan terhadap 300 akun medsos, yang diduga memfitnah Boni sakaw saat tampil di stasiun televisi swasta.

Pencabutan tersebut tertuang dalam laporan No. 020/Boni/H/FAKTA/VII/2017. Alasan pencabutan lantaran para terduga pelaku meminta maaf secara sadar dan ikhlas, karena telah melayangkan fitnah. Kemudian, ada beberapa hal lainnya yang dipertimbangkan dengan alasan kemanusiaan.

"Kita mau lanjutkan (laporan), tapi ada beberapa orang yang secara kehidupan ekonominya menderita, tetapi ikut terbawa oleh suasana yang seperti itu. Jadi kata Bang Boni ya sudah kita maafkan saja, tetapi ini menjadi catatan kalau ini terjadi hal serupa, tidak akan ada ampun lagi," kata Wakil Presiden Fakta Muhklis Ramlan di Kantor Bareskrim Polri, Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (24/7/2017).

Baca: DPRD DKI Sarankan Djarot Jangan Rombak Jabatan

Terkait tudingan bahwa Boni merupakan seorang pemakai narkoba, Muhklis menyatakan Boni telah mengikuti rangkain tes urine di Badan Nasional Narkotika (BNN) dan hasilnya negatif.

"Tetapi menjadi catatan kalau terjadi hal serupa (fitnah terhadap Boni), tidak akan ada ampun lagi," tegasnya.

Sebelumnya, netizen diramaikan dengan pemberitaan bahwa Boni sakaw saat sedang tampil di salah satu stasiun televisi swasta. Kemudian, Fakta sekaligus kuasa hukum Boni melaporkan sekitar 300 akun medsos ke Bareskrim Polri dengan nomor laporan LP 683/VII/2017/ Bareskrim, beberapa waktu lalu. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved