WartaKota/
Home »

Depok

Ratusan PKL dan Bangunan Liar di Depok Diultimatum

Menurutnya, keberadaan PKL dipedestrian jalan mengamputasi hak pejalan kaki karena PKL berjualan di atas lahan fasos fasum masyarakat.

Ratusan PKL dan Bangunan Liar di Depok Diultimatum
Warta Kota
Surat peringatan ke-3 disampaikan, pekan lalu, ke para PKL di jalan tole iskandar di Sukmajaya Depok oleh Satpol PP Depok. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Ratusan pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan liar di sejumlah titik di wilayah Kota Depok terancam digusur Pemkot Depok dalam beberapa waktu ke depan.

Melalui Satpol PP Depok, Pemkot Depok terus mengultimatum para PKL dan pemilik bangunan liar tersebut.

Diantaranya yakni puluhan PKL di Jalan Tole Iskandar, di samping Polsek Sukmajaya serta pemilik bangunan luar di sekitaran Situ Bojongsari Depok.

Hal itu diungkapkan Kepala Satpol PP Depok Dudi Miraz, Minggu (23/7/2017). Ia menerangkan untuk puluhan PKL liar di Jalan Tole Iskandar di samping Polsek Sukmajaya, pihaknya sudah mengeluarkan surat peringatan ke tiga dalam pekan terakhir.

Ini berarti dalam sepekan mendatang, bila para PKL yang berada di trotoar jalan itu masih tak juga pergi, pihaknya akan melayangkan surat perintah bongkar sebelum bongkar paksa dilakukan.

"Ini untuk menegakkan Perda Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang ketertiban umum," katanya.

Menurutnya, keberadaan PKL dipedestrian jalan mengamputasi hak pejalan kaki.

"PKL berjualan di atas lahan fasos fasum masyarakat," katanya.

Selain itu kata dia keberadaan PKL membuat estetika kota rusak karena tampak kumuh. "Jadi harus ditertibkan," katanya.

Sementara, keberadaan puluhan bangunan liar di sekitar Situ Bojongsari yang sebagian besar juga dipakai untuk tempat usaha, juga telah diberikan surat peringatan pertama pekan lalu.

Ini artinya masih ada proses persuasi pihaknya dengan melayangkan surat peringatan kedua, ketiga hingga surat perintah bongkar, sebelum pihaknya melakukan penertiban paksa.

"Kami harap pemilik bangunan mau membongkar sendiri bangunannya," kata dia.

Selain merusak keindahan situ, keberadaan bangunan liar di sekitar Situ Bojongsari, kata dia juga mengancam kelestarian situ dan dapat mengotori wilayah situ. Padahal situ memiliki fungsi dan manfaat strategis sebagai daerah resapan air untuk pengendali banjir.

"Karenanya, bangunan liar di sana juga akan kami tertibkan," katanya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help