PKB Berharap Digandeng Jokowi di Pilpres 2019

Setelah UU Pemilu ditetapkan, banyak pihak yang ingin menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

PKB Berharap Digandeng Jokowi di Pilpres 2019
Antara
Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy (kedua kanan) menyerahkan laporan hasil kerja kepada pimpinan sidang, Fadli Zon (tengah), disaksikan Ketua DPR Setya Novanto (kedua kiri) Wakil Ketua DPR Agus Hermanto (ketiga kanan), Taufik Kurniawan (kiri) dan Fahri Hamzah (kanan) saat Rapat Paripurna ke-32 masa persidangan V tahun sidang 2016-2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Setelah UU Pemilu ditetapkan, banyak pihak yang ingin menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sebab, opsi A dengan Presidential Threshold 20 persen, membatasi kemungkinan adanya banyak calon presiden dari partai-partai menengah ke bawah.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy berharap, Presiden Jokowi bisa mengajak partainya di pilpres mendatang. Karena, melalui UU Pemilu yang baru, PKB punya posisi suara yang bisa saling menguntungkan untuk Jokowi.

Baca: Pindahan dari Kolong Tol Kalijodo, Bangunan Liar di Tubagus Angke Ditertibkan Satpol PP

"PKB berharap Pak Jokowi menggandeng PKB untuk kontestasi di 2019," ujar Edy di Jakarta, Sabtu (22/7/2017).

Dalam pemetaan politik pemilu serentak, PKB, kata Edy, wajib terlibat aktif di pemilihan presiden. Karena, melihat hasil di 2014, PKB mendulang 10 persen suara.

"PKB harus aktif baik sebagai pendukung atau calon sendiri," kata Edy.

Baca: Pengemudi GrabCar: Kami Mau Keringat Kami Dibayar!

Wakil Ketua Komisi II DPR itu menegaskan, walaupun UU Pemilu dibatalkan MK, partainya tetap mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai 2019.

"Tentu prioritas PKB hari ini mendukung Pak Jokowi sampai akhir," tegas Edy. (*)

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved