Perusahaan Rekanan Freeport Dilaporkan ke Polres Jaksel Terkait Dugaan Penggelapan

PT Nexcom Indonesia, perusahaan telekomunikasi rekanan PT Freeport Indonesia dilaporkan ke Polrestro Jakarta Selatan atas dugaan kasus penipuaan.

Perusahaan Rekanan Freeport Dilaporkan ke Polres Jaksel Terkait Dugaan Penggelapan
Warta Kota/Feryanto Hadi
Kuasa hukum PT KTN, Azhari saat memberikan keterangan pers. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- PT Nexcom Indonesia, perusahaan telekomunikasi rekanan PT Freeport Indonesia dilaporkan ke Polrestro Jakarta Selatan atas dugaan kasus penipuaan dan penggelapan.

Selain dipidanakan, perusahaan yang berkantor di Jakarta ini pun digugat secara perdata lantaran melakukan perbuatan melawan hukum yang membawa dampak kerugian terhadap PT Karya Telindo Nusantara (KTN).

Kuasa hukum PT KTN, Azhari mengatakan, kasus ini berawal ketika dirinya selaku korban yang juga bertindak selaku pemegang saham KTN memiliki saham di Nexcom Indonesia.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar oleh pelaku Dirut Nexcom, Djoko Nirmala Labbaika yang beragendakan peningkatan modal usaha teryata diketahui pelaku bersama Budi Japadermawan, direksi Nexcom lainnya telah melakukan tindakan yang merugikan pihaknya. Di mana tindakan para pelaku memangkas kepemilikan modal usaha KTN yang semula sebesar 36,25 persen menjadi 29 persen.

“Sehingga saya menganggap RUPSLB yang digelar pada 4 April 2016 cacat hukum karena tidak mengikuti prosedural dengan membuka kondisi keuangan perusahaan dengan sebenarnya,” jelas Azhari, Sabtu (22/7/2017).

Menurutnya, pada rapat tersebut juga diketahui bahwa para pemegang saham lainnya, yakni PT Udinda Communications dan PT Media Viridis Technologia tidak pernah menambah dan menyertakan modalnya di Nexcom.

Anehnya, kepemilikan saham kedua perusahaan itu justru meningkat sekitar 8 persen. Situasi ini berbanding terbalik dengan kepemilikan saham KTN yang mengalami penurunan.

Akibatnya, pihak KTN merasa dirugikan oleh tindakan para pelaku dimana perusahaan itu mengalami kerugian sebesar Rp2,8 miliar atau setara dengan 7 persen nilai saham yang dikurangi pada perusahaan telekomunikasi swasta tersebut.

“Saya sudah melaporkan kasus ini kepada Polres Jakarta Selatan guna penyelidikan lebih lanjut,” kata dia kepada wartawan sambil menunjukan surat laporan polisi bernomor LP/225/K/II/2017 tertanggal 16 Februari 2017, di Jakarta.

Gugat Perdata

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help