Kasus Narkoba

Bandar Narkoba Ditangkap Setelah Diperdayai Petugas

Polsek Metro Tanah Abang menangkap seorang bandar beserta dua orang pemakai narkoba di kawasan Jalan Swadaya Ujung, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu.

Bandar Narkoba Ditangkap Setelah Diperdayai Petugas
Ilustrasi : Rumah bandar narkoba asal Aceh di Pantai Mutiara dijadikan kantor pusat BNN. 

Laporan Wartawan, Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Polsek Metro Tanah Abang menangkap seorang bandar beserta dua orang pemakai narkoba di kawasan Jalan Swadaya Ujung RT/RW 009/017, Palmerah, Jakarta Barat pada Sabtu (22/7/2017) dini hari tadi.

Tersangka pengedar, Dede Septian (26) sebelumnya sudah lama dipantau oleh petugas kepolisian lantaran sepak terjangnya sebagai pengedat narkoba.

Melalui teknik pembelian terselubung (undercover buy), petugas kepolisian mencoba mendekati Dede.

Awalnya, Dede tak menghiraukan pesanan oknum kepolisian yang berpura-pura membeli barang haram. Hingga kemudian ia mempercayainya dan bergegas untuk melakukan transaksi petugas yang dimaksud di sekitar lokasi kejadian.

Ketegangan menyertai penyergapan yang dilakukan di dalam kamar kost di Jalan Swadaya Ujung, Palmerah, Jakarta Barat.

Tersangka yang kaget lantaran pintunya didobrak petugas mencoba melarikan diri. Namun ia menyerah lantaran banyaknya petugas kepolisian yang melakukan penangkapan.

Ternyata, Dede tak sendiri di kamar kost berukuran 2,5 meter persegi itu.

Ia ditemani oleh rekannya yakni Habibie Alfiansyah (21) serta Muhammad Aldi (22). Mereka bertiga kebetulan sedang berpesta sabu di kamar tersebut.

"Mereka terdiri pemakai dan pengedar. Yakni DS merupakan pengedar. Dan sisanya hanya pemakai saja,” kata Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang Kompol Mustakim saat dikonfirmasi, Sabtu (22/7).

Di kamar itu, petugas menemukan sabu-sabu seberat 11,28 gram yang dipisah ke dalam 28 paket kecil, satu buah alat hisap, satu buah cangklong, 2 buah pipet kaca, dua sendok yang terbuat dari sedotan dan satu unit timbangan elektrik.

Dede yang berprofesi sebagai buruh pabrik itu diringkus ke dalam sel tahanan lantaran terbukti melanggar Pasal 114 Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara.

Sedangkan dua orang temannya akan dijerat Pasal 112 Undang-Undang Narkotika dengan ancaman 5 tahun penjara.

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help