Sekelompok Suporter Bola di Jakarta Utara Serang Toko Atribut Bola di Lagoa, Jakut

Penyerangan ini, membuat penjaga toko atribut sepak bola tersebut mengalami luka di bagian dada dan lengan.

Sekelompok Suporter Bola di Jakarta Utara Serang Toko Atribut Bola di Lagoa, Jakut
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Sebuah toko atribut sepak bola di Jalan Menteng RT 01/09, Lagoa, Koja, Jakarta Utara, diserang oleh sejumlah supoter klub sepak bola Jakarta Utara, sekitaran 18.00 WIB. Penyerangan ini, membuat penjaga toko atribut sepak bola tersebut mengalami luka di bagian dada dan lengan. 

WARTA KOTA, KOJA - Sebuah toko atribut sepak bola di Jalan Menteng RT 01/09, Lagoa, Koja, Jakarta Utara, diserang oleh sejumlah supoter klub sepak bola Jakarta Utara, sekitaran 18.00 WIB.

Penyerangan ini, membuat penjaga toko atribut sepak bola tersebut mengalami luka di bagian dada dan lengan.

Suasana di lokasi nampak ramai akan warga. Sejumlah kepolisian pun terpantau melakukan pengamanan ketat di lokasi.

Pecahan kaca, terlihat di sebuah toko pernak-pernik atau atribut klub sepak bola ternama di Jakarta itu. Tidak hanya ramai akan warga, di lokasi terlihat seorang pria yang diketahui Adi Nugraha (25) selaku penjaga toko atribut bola tersebut.

"Mereka itu segerombolan suporter sepak bola Jakarta Utara. Mereka berbondong-bondong di sini, lalu nyerang toko saya tanpa sebab. Panik sekaligus mau melindungi toko saya. Kejadian itu malah saya yang kena keroyok sama para suporter sepak bola Jakarta Utara itu," ungkap Adi di lokasi kejadian.

Ia mengatakan, tak hanya memegang tongkat, batu besar dan kecil, para suporter itu datang berbondong-bondong menggunakan motor itu juga membawa senjata tajam.

"Saya terkena sabetan celurit di lengan kanan," kata Adi.

Awal mula kejadian, kata Adi, sempat melihat keramaian sejumlah anak muda si dekat toko atribut sepak bolanya.

Adi mengakui, melihat sejumlah warga melerai aksi anarkis sejumlah anak muda.

"Saya melihat awalnya warga melerai sejumlah anak muda. Saya mengira, tawuran antar anak muda di sini. Ternyata enggak. Segerombolan anak muda itu sempat dihadang para warga di lokasi. Namun, mereka justru melempari batu ke arah toko dan rumah saya. Saya panik juga sempat bertanya. Ada apa ini? Toko atribut ini kenapa? Eh malah menyerang saya, memukuli saya," jelasnya.

Ia mengatakan kembali, akibat kejadian anarki itu membuat teralis toko atribut sepak bolanya rusak dan sebagian kaca rumahnya pun pecah porak-poranda.

"Teralis toko saya rusak, kaca di rumah pecah, akuarium pecah, dan motor yang terparkir juga terkena lemparan batu, jadi lecet. Untung sepi pengunjung. Lengan saya sobek gara-gara ada salah satu dari sekelompok anak mudanya itu bawa celurit. Malah saya sempat berdebat itu sama yang nyelurit saya. Saya menanyakan di saat itu maksud penyerangannya. Tapi mereka justru brutal menyerang," tutupnya.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved