Residivis Ngamuk Bacok Warga di Depok, Penyebabnya Cuma Gara-gara Rokok

Kedua korban adalah Budi Santoso (27) sekuriti perumahan tak jauh dari lokasi kejadian, dan rekannya Aditiya Ferdiansyah (20).

Residivis Ngamuk Bacok Warga di Depok, Penyebabnya Cuma Gara-gara Rokok
Agus Rijanto
ilustrasi 

WARTA KOTA, DEPOK -- Diduga karena permintaannya ke pemilik warung berupa rokok tidak dipenuhi, sekelompok pemuda mengamuk di sebuah warung rokok di Jalan Raya Wadas, Pancoranmas, Kota Depok, Selasa (18/7/2017) dinihari.

Salah seorang yang diduga pelaku yakni PA (19), pemuda pengangguran, melukai dua orang yang sedang duduk dan bersantai di warung rokok tersebut.

Kedua korban adalah Budi Santoso (27) sekuriti perumahan tak jauh dari lokasi kejadian, dan rekannya Aditiya Ferdiansyah (20).

Mereka mengalami luka sabetan celurit mulai dari punggung kiri, tangan kanan dan paha kanan.

Keduanya kemudian dilarikan ke RS Citama, Citayam dan kondisinya dikabarkan membaik setelah menjalani perawatan.

Kapolsek Pancoran Mas Komisaris Hamonangan Nadapdap mengatakan pihaknya berhasil membekuk pelaku utama pembacokan PA di rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian.

"Saat diamankan, tidak ada perlawanan dari pelaku. Kami masih kejar tiga pelaku lain yang turut serta bersama pelaku utama ini menganiaya korban," kata Nadapdap.

Dari pemeriksaan kata dia, PA diketahui merupakan residivis kasus penganiayaan yang pernah dipenjara di Lapas Pondok Rajeg, Bogor, selama beberapa bulan.

"Untuk sementara motif pelaku karena pemilik warung tidak mau memberikan rokok seperti yang diminta pelaku," katanya.

Sehingga kata Nadapap para pelalu marah dan membacok dua korban yang saat itu ada di warung rokok.

"Untuk memastikan dan kemungkinan ada motif lainnya, kami masih dalami dan kembangkan lagi," kata Nadapdap.

Karena perbuatannya kemungkinan pelaku akan dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan atau Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, yang ancaman hukumannya hingga diatas 5 tahun penjara.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help