Polisi Amankan 353 Ribu Korek Gas Palsu, PT Tokai Dharma Indonesia Merugi Hingga Rp 400 Juta

Saat menggeledah gudang di kawasan Pluit tersebut polisi mengamankan HS yang merupakan pemilik dari barang tersebut.

Polisi Amankan 353 Ribu Korek Gas Palsu, PT Tokai Dharma Indonesia Merugi Hingga Rp 400 Juta
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Pihak Kepolisian dari Polsek Metro Penjaringan mengamankan 353 ribu kores gas import palsu bermerk PT Tokai Dharma Indonesia di wilayah Pluit, Pejaringan, Jakarta Utara, Selasa (18/7/2017) malam. 

Laporan Wartawan Warta Kota Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Pihak Kepolisian dari Polsek Metro Penjaringan mengamankan 353 ribu korek gas import palsu bermerk PT Tokai Dharma Indonesia di wilayah Pluit, Pejaringan, Jakarta Utara, Selasa (18/7/2017) malam.

Akibatnya pihak PT Tokai Dharma Indonesia selaku produsen korek api tersebut merugi hingga Rp 400 Juta.

"Kami mendapatkan informasi jika ada sebuah truk membawa puluhan dus, berisikan ratusan ribu korek gas import palsu dan menggunakan nama merk PT Tokai Indonesia. Informasi juga dari pemegang lisensi korek gas dari PT Tokai itu sendiri. Mendapatkan laporan itu pun, kami langsung melakukan tindak lanjut," papar AKBP Bismo Teguh Prakoso sebagai Kapolres Metro Penjaringan, Rabu (19/7/2017).

Dikatakan Bismo, pihaknya menelusuri ke sebuah gudang mencurigakan di wilayah Pluit.

Saat menggeledah gudang di kawasan Pluit tersebut polisi mengamankan HS yang merupakan pemilik dari barang tersebut.

"Kami mengamankan HS pemilik barang, serta pengelola gudang berinisial J. Di gudang itu kami temukan 353 ribu korek gas tipe M4L yang palsu," ujarnya.

Kata Bismi padahal sebelumnya ada satu kontainer yang datang. Belakangan diketahui bahwa sebagian korek api gas palsu itu sudah didistribusikan ke sejumlah wilayah.

Sementara itu Kuasa Hukum PT Tokai Dharma Indonesia, Ari Hans Simaela, mengungkapkan, ciri-ciri khas produk asli korek api gas dari PT Tokai Dharma Indonesia, yakni menggunakan raw material korek yang sudah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Tak hanya itu, kualitas api saat dinyalakan pun stabil dan masa penggunaannya pun terbilang bisa lebih lama. Serta kemasan pada produk di etiketnya pun lebih cerah.

"Kalau yang palsu, kualitas korek api gas ini ya meragukan karena tidak SNI. Lalu, saat api itu dinyalakan, api nampak tidak stabil. Kadang ya membesar tiba-tiba, jadi rawan kebocoran kala dinyalakan. Selain itu, kemasan pack korek itu juga kusam dan gampang pudar. Kasus ini pun membuat pihak PT Tokai Dharma Indonesia ini merugi hingga Rp 400 Juta," paparnya.

Dikatakannya, bau gas pada korek api palsu ini menggunakan gas cair tak terlalu menusuk di hidung.

"Pelaku menjual korek api palsu itu dengan harga Rp 50-70 ribu per-50 Pcs atau Rp 2.500 per-korek. Korek api tersebut sudah terdistribusi ke daerah seperti Cirebon, Semarang, dan Medan. Mereka malah sengaja jual korek palsu ini sama harganya ya dengan yang asli agar tak ketahuan aparat. Ini pelakunya pun terbukti tidak membayar pajak," papar Ari kembali.

Atas tindakannya, pelaku HS dan J, kini dijerat Pasal 100 junto Pasal 102 UU RI Nomor 20 Tahun 2016 tentang merek dengan ancaman hukuman pidana penjara 5 tahun atau denda Rp 2 Miliar. (BAS)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help