Masyarakat Prediksi Terjadi Penumpukan di Jalan Diponegoro sebagai Imbas Pengalihan Arus

Pasalnya, volume kendaraan akan bertambah lantaran kendaraan yang dari arah Jalan Matraman Raya diharuskan untuk melewati jalur tersebut.

Masyarakat Prediksi Terjadi Penumpukan di Jalan Diponegoro sebagai Imbas Pengalihan Arus
Warta Kota/Rangga Baskoro
Ilustrasi. Suasana arus lalu lintas mampet di perempatan Matraman setelah adanya pengerjaan proyek underpass Matraman-Salemba. 

WARTA KOTA, SENEN -- Pengalihan arus akibat imbas pengerjaan proyek Underpass Matraman Salemba dikeluhkan masyarakat, terutama bagi mereka yang mengarah dari Jalan Matraman Raya menuju Salemba Raya.

Mereka memrediksi, akan terjadi penumpukan di Jalan Diponegoro.

Pasalnya, volume kendaraan akan bertambah lantaran kendaraan yang dari arah Jalan Matraman Raya diharuskan untuk melewati jalur tersebut apabila hendak mengarah ke daerah Senen.

"Ini saja sudah penuh sama kendaraan yang dari arah Menteng, ditambah lagi kendaraan dari Matraman 'dilariin' kesini (Jalan Diponegoro). Bisa-bisa macet parah disini," kata pengendara motor, Bagja (27) di Jalan Diponegoro, Rabu (19/7/2017).

Pasalnya, menurut Bagja, jalur di Jalan Diponegoro sudah terhambat lantaran trotoar di sepanjang RSCM terlalu besar untuk pejalan kaki.

"Ini yang saya gak paham sampai sekarang. Buat apa memperbesar trotoar? Padahal pejalan kaki yang lewat sini juga gak banyak. Memperkecil ruas jalan menurut saya gak ada gunanya," keluhnya.

Pengemudi mobil bernama Endah (40) mengatakan hal yang sama seperti Bagja. Wanita yang berprofesi sebagai pegawai swasta di daerah Menteng ini setiap hari melewati jalur tersebut.

Ia menceritakan, suatu ketika sempat nelihat ambulance yang kesulitan untuk melewati Jalan Diponegoro lantaran tak adanya jalur darurat. Terlebih lagi, ruas jalan tersebut kerap dipenuhi mobil-mobil yang menyebabkan kemacetan. Memperlebar trotoar dinilainya sebagai langkah yang tidak tepat.

"Jalur ini kan ada di depan rumah sakit. Itu ambulance baru bisa masuk ke dalam (RS) setelah setengah jam. Kasihan kan kalau misalnya memang ada pasien yang butuh penanganan cepat. Saya juga heran kenapa malah bikin trotoar gede-gede di depan RSCM ya?" ujarnya. (Rangga Baskoro)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved