WartaKota/

Lagi, Tersangka Baru Kasus Korupsi KTP-e, Namanya Markus Nari, Ini Orangnya

KPK menetapkan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Markus Nari, sebagai tersangka baru kasus korupsi KTP-e.

Lagi, Tersangka Baru Kasus Korupsi KTP-e, Namanya Markus Nari, Ini Orangnya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Politikus Partai Golkar Markus Nari keluar dari Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Rabu (17/5/2017). Markus Nari diperiksa terkait dugaan kasus korupsi penerapan KTP elektronik. 

WARTA KOTA, MATRAMAN -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan seorang lagi anggota DPR sebagai tersangka baru tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasional atau KTP-elektronik (KTP-e).  Tersangka tersebut adalah politikus dari Fraksi Partai Golkar bernama Markus Nari

Sebelumnya, Setya Novanto, ketua umum DPP Partai Golkar dan ketua DPR telah ditetapkan KPK menjadi tersangka. Sampai berita ini diluncurkan, Novanto tetap pada kedua posisi politik itu.

Potensi kerugian negara Rp2,3 triliun dari total nilai paket pengadaan sekitar Rp5,9 triliun. Pengadaan KTP elektronik itu dipimpin Kementerian Dalam Negeri.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, menyatakan, Markus Nari diduga berperan dalam memuluskan pembahasan dan penambahan anggaran proyek KTP elektronik di DPR.

"Sebagaimana terungkap dalam fakta persidangan, indikasi peran Markus Nari adalah bersama sejumlah pihak lainnya, Markus Nari diduga memperkaya sejumlah korporasi yang terkait dalam pelaksanaan proyek KTP-e," kata Febri.

Kedua, pada 2012 sedang dilakukan pembahasan anggaran untuk perpanjangan proyek KTP elektronik tahun anggaran 2013 sebesar Rp1,49 triliun.

"Markus Nari diduga meminta uang kepada Irman atau terdakwa I sebanyak Rp5 miliar. Sebagai realisasi permintaan tersebut, diduga telah terjadi penyerahan uang sekitar Rp4 miliar kepada tersangka Markus Nari," katanya.

Dia menyatakan indikasi penerimaan ataupun pemberian lain akan terus diperdalam pada proses penyidikan kasus ini.

Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan Markus Nari sebagai tersangka dalam dua kasus terkait korupsi pengadaan KTP elektronik.

Sebelumnya Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru lagi dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP-e.

"Itu tidak tertutup kemungkinan," katanya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu.

Menurut Agus, berdasarkan pada dakwaan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kementerian Dalam Negeri Irman, dan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan di Kemendagri Sugiharto cukup banyak nama yang disebut terlibat dalam proses pengadaaan proyek KTP-e.

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help