Korindo Jajaki Sistem Perdagangan Elektronik

NH Korindo Sekuritas Fasilitasi Transaksi Mobile, ini memudahkan para nasabah bertransaksi

Korindo Jajaki Sistem Perdagangan Elektronik
wartakota/nur ichsan
NH Korindo Sekuritas Fasilitasi Transaksi Mobile 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU --Dunia digital membuat nasabah dapat melakukan transaksi secara mobile dimana pun. Hal inilah yang dilihat NH Korindo Sekuritas sebagai sebuah peluang. 

Peluang ini dimanfaatkan perusahaan sekuritas asal Korea Selatan ini meluncurkan Sistem Perdagangan Elektronik di di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (17/7/2017). 

Dalam peluncurannya, Presiden Direktur NH Korindo Sekuritas, Jeffry Wikarsa mengatakan, melalui sistem yang lebih mudah ini, diharapkan adanya peningkatan transaksi di bursa. 

"Sebenarnya ini re-launching. Dengan peningkatan layanan, semoga memicu pelayanan terutama fasilitas trading," ujar Jeffry. 

Untuk menyediakan sistem ini, NH Korindo berinvestasi hingga 5 juta dolar AS. 
 
"Kami percaya dengan edukasi diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat. Dengan begitu akan semakin tertarik berinvestasi," jelas Jeffry.

Melalui peluncuran sistem perdagangan elektronik ini, NH Korindo akan mendiversifikasi bisnis yang sudah berkembang dengan stabil dalam penjualan saham lewat online. 

Sistem perdagangan yang diluncurkan perusahaan akuisisi antara NH Investment & Securities di Korea dan Korindo Group ini menawarkan pengoperasian mudah, seperti perdagangan otomatis, market alarm, pemesanan cepat serta MTS-HTS.

"Sistem ini juga menyediakan grafik standar HTS seperti bukti grafik serta grafik perbandingan. Memungkinkan fungsi khusus bisa digunakan dalam sistem elektronik," kata Jeffry.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio mendukung penggunaan aplikasi perdagangan saham secara online. Namun Tito mengingatkan jika fungsi Wakil Perantara Perdagangan Efek (WPPE) masih diperlukan.

"Walaupun sudah online, tapi investor setiap pagi tetap telepon menanyakan 'hari ini ada isu apa?' Habis transaksi juga begitu, mereka pasti telepon," ujar Tito.

Ia mengimbau seluruh perusahaan sekuritas agar tetap lebih banyak merekrut WPPE. BEI sendiri mencatat, hingga kini baru ada sekitar 3.000 WPPE. 

"Kita masih perlu sekitar 10 ribu WPPE," tegas Tito.

Pihaknya bahkan mempermudah pendaftaran calon WPPE. Misalnya, dengan mengurangi biaya ujian masuk. 

"Hanya Rp100 ribu. Kita lakukan ini untuk mereka," tambahnya.

Munculnya beberapa sistem perdagangan elektronik seperti yang baru diluncukan NH Korindo dikatakannya tidak menjadi ancaman bagi keberadaan WPPE. 

Penulis: Nur Ichsan
Editor: m nur ichsan arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help