Koran Warta Kota

Jangan Seperti Kasus 'Papa Minta Saham'

Pengamat politik LIPI Indria Samego mengingatkan kepada KPK agar penetapan tersangka terhadap Ketua DPR Setya Novanto tidak mudah dirontokkan.

Jangan Seperti Kasus 'Papa Minta Saham'
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua DPR Setya Novanto keluar dari Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, Selasa (13/12/2016). Setya Novanto diperiksa senagai saksi dengan tersangka Sugiharto, terkait dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Pengamat politik Lembaga Ilmu Politik Indonesia (LIPI) Indria Samego mengingatkan kepada KPK agar penetapan tersangka terhadap Ketua DPR Setya Novanto tidak mudah dirontokkan dan berakhir seperti kasus 'papa minta saham' dahulu.

"Semoga penetapan Setnov sebagai tersangka oleh KPK tidak mudah dirontokkan oleh argumentasi lain seperti kasus 'papa minta saham'. Ini baru prestasi lembaga anti rasuah terbaru," ujar Indria Samego di Jakarta, kemarin.

Ia yakin, kegaduhan baru di DPR dan khususnya Fraksi Golkar akan terjadi, setelah penetapan status tersangka Novanto.

Namun ia pun mengingatkan, Novanto itu termasuk politisi yang sedikit bicara banyak kerja.

Dia akan berusaha menyingkirkan status tersangkanya dengan gerilya untuk itu.

"Kalau pun harus masuk bui, dia akan bergerilya agar kekuasaan dan pengaruhnya di Golkar tidak hancur," jelas Indria.

Legowo turun

Secara terpisah, Fraksi Demokrat berharap Setya Novanto legowo turun dari jabatannya sebagai Ketua DPR.

Hal ini lantaran ia telah berstatus tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP.

Meskipun begitu Sekretaris Fraksi Demokrat Didik Mukriyanto menyatakan, pihaknya tetap menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah.

Halaman
12
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved