WartaKota/

Turki: Penutupan Tempat Suci Yerusalem Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Turki pada Senin waktu setempat mengecam penutupan tempat suci Yerusalem selama dua hari oleh Israel setelah serangan yang menewaskan dua polisi.

Turki: Penutupan Tempat Suci Yerusalem Kejahatan Terhadap Kemanusiaan
bbc.co.uk
Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Paus untuk "tidak mengulang kesalahan ini". 

WARTA KOTA, ISTANBUL - Turki pada Senin waktu setempat mengecam penutupan tempat suci Yerusalem selama dua hari oleh Israel setelah serangan yang menewaskan dua polisi dan pelakunya, menyebut tindakan itu sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan".

Kompleks Haram al-Sharif, yang dikenal orang Yahudi sebagai Temple Mount, antara lain meliputi Dome of the Rock atau Masjid Kubah Batu dan Masjid Al-Aqsa.

Tempat itu dihormati umat Islam sebagai tempat tersuci ketiga dan orang Yahudi menganggapnya sebagai tempat paling suci dalam Yudaisme.

Israel menutup kompleks yang sangat sensitif tersebut pada Jumat dan Sabtu setelah serangan Jumat, ketika tiga orang Arab Israel melepaskan tembakan ke polisi Israel dan menewaskan keduanya sebelum lari ke kompleks Al Aqsa, tempat mereka ditembak oleh pasukan keamanan.

Baca: Jadi Tersangka, Anak Jeremy Thomas Terancam Hukuman Tiga Tahun Penjara

"Keputusan ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan yang dilakukan terhadap kebebasan beragama. Dari sudut pandang hak asasi manusia, ini sangat tidak dapat diterima," kata juru bicara pemerintah Turki Numan Kurtulmus, yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Turki.

"Itu benar-benar keputusan yang tidak dapat diterima dan sangat menyinggung," imbuh Kurtulmus, yang berbicara dalam konferensi pers di Ankara setelah rapat kabinet.

Presiden Recep Tayyip Erdogan, pendukung kuat Palestina, memulihkan hubungan dengan Israel pada Juni tahun lalu setelah hubungan bilateral memburuk akibat serangan Israel pada 2010 yang menyasar kapal tujuan Gaza yang menewaskan 10 aktivis Turki.

Namun hubungan kedua negara itu masih rapuh menurut warta kantor berita AFP. (mr/Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help