Home »

News

» Jakarta

Sudah Puluhan Tahun Berjualan, PKL di JT 48 Pisangan Baru Resah Akan Rencana Penertiban

Koordinator PKL JT 48, Agus Pramono, mengatakan, sosialisasi penertiban memang sudah dilakukan. Hanya memang tempat relokasi belum disosialisasikan.

Sudah Puluhan Tahun Berjualan, PKL di JT 48 Pisangan Baru Resah Akan Rencana Penertiban
Joko Supriyanto
Kondisi lapak pedagang JT 48 Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur yang direncakanan akan direlokasi. 

WARTA KOTA,MATRAMAN - Rencana penertiban yang akan dilakukan oleh puluhan pedagang kaki lima (PKL) JT 48 Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, membuat para pedagang resah.

Pasalnya para PKL ini sudah berjualan di tempat tersebut lebih dari 60 tahun, bahkan para pedagang berharap jika layaknya dibongkar untuk segera diberikan lokasi lapak yang baru.

Pantauan di lokasi JT 48 ini pedagang banyak menjual aneka dagangan.

Mulai dari kuliner, spare part motor, helm, sepatu, roda gerobak dan sebagainya.

Namun mayoritas mereka berjualan sepatu.

Koordinator PKL JT 48, Agus Pramono, mengatakan, sosialisasi penertiban memang sudah dilakukan. Hanya memang tempat relokasi belum disosialisasikan.

Sehingga 64 pedagang di JT 48 itu menjadi resah. Ia berharap jika memang lokasi jualannya akan ditertibkan maka secepatnya diberikan tempat relokasi. Sebab ini menyangkut hajat hidup orang banyak.

"Kami berharap ada tempat relokasi bagi pedagang. Kalau tidak ada, kami jadi resah, karena kami butuh tempat usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga," kata Agus saat dikonfirmasi, Selasa (18/7/2017).

Yusuf (67), salah seorang pedagang sepatu menambahkan, sudah berjualan lebih dari 40 tahun. Selama ini tidak pernah ada masalah. Hanya belakangan pedagang resah karena akan adanya penertiban lapak usahanya. Ia juga berharap jika ditertibkan maka ada tempat relokasi yang aman dan nyaman.

"Semua pedagang berharap relokasi tempat harus ada. Kalau tidak, mau makan apa anak isteri kami. Kami butuh tempat usaha dan makan," katanya.

Halaman
12
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help