WartaKota/

Korupsi KTP Elektronik

Setya Novanto Tetap Jabat Ketua DPR Meski Jadi Tersangka, Ini Alasannya

Kendati demikian, jabatan Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI tidak dicopot.

Setya Novanto Tetap Jabat Ketua DPR Meski Jadi Tersangka, Ini Alasannya
Kompas.com
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (10/3/2017).(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra) 

WARTA KOTA, SENAYAN - Setya Novanto menjadi tersangka kasus korupsi proyek e-KTP. Kendati demikian, jabatan Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI tidak dicopot.

Dalam UU 17/2014 tentang MD3, pimpinan DPR bisa diberhentikan karena tiga hal. Sedangkan Novanto tidak masuk ke dalam tiga syarat tersebut.

"Pimpinan DPR diberhentikan karena meninggal dunia, mengundurkan diri, dan ketiga diberhentikan," jelas Kepala Badan Keahlian DPR RI Johnson Rajagukguk, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Baca: Sri Bintang Pamungkas: Tuduhan ke Rizieq Shihab Kampungan, Gombal, Enggak Usah Ditanggapi

Johnson menjelaskanm jika pimpinan DPR tersangkut kasus hukum sebagaimana pasal 87 ayar 2 huruf c, pemberhentian bisa dilakukan mana kala ada putusan hukum.

"Dinyatakan bersalah jika keputusan pengadilan punya kekuatan hukum tetap atau inkracht," ungkap Johnson.

Johnson menambahkan, Novanto bisa dicopot dari jabatannya jika terkena ancaman pidana penjara lima tahun atau lebih.

"Jika masih tersangka tidak ada pengaruh terhadap kedudukan selaku Ketua DPR. Sesuai dengan UU 17/2014 tentang MD3," papar Johnson. (*)

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help