WartaKota/

Korupsi KTP Elektronik

Setya Novanto: Saya Tidak Pernah Menerima Rp 574 Miliar yang Besarnya Bukan Main

Ketua DPR Setya Novanto menjadi tersangka kasus korupsi proyek e-KTP. Saat mendengar kabar resmi dari KPK, Novanto mengaku kaget.

Setya Novanto: Saya Tidak Pernah Menerima Rp 574 Miliar yang Besarnya Bukan Main
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua DPR RI Setya Novanto menghadiri sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/4/2017). Setya Novanto bersama anggota DPR RI Ade Komarudin dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, menjadi saksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto, terkait kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik. 

WARTA KOTA, SENAYAN - Ketua DPR Setya Novanto menjadi tersangka kasus korupsi proyek e-KTP. Saat mendengar kabar resmi dari KPK, Novanto mengaku kaget.

"Sebagai manusia biasa saya kaget dengan keputusan tersebut," ungkap Novanto di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Ketua Umum Partai Golkar itu pun sudah berusaha maksimal menjalankan tugasnya sebagai pejabat negara. Namun, karena masalah hukum di kasus e-KTP, kariernya saat ini terancam.

Baca: Hidayat Nur Wahid: Geruduk Rumah SBY dan Ngejar-ngejar Fahri Hamzah, Apa Itu Bukan Persekusi?

"Saya sudah berusaha menjalankan sebagai pimpinan bangsa dan negara secara maksimal," katanya.

Kendati sudah jadi tersangka, Novanto tetap membantah menerima suap dari Andi Narogong sebesar Rp 574 miliar, terkait proyek pengadaan e-KTP.

"Mohon saya tidak pernah menerima, Rp 574 miliar yang besarnya bukan main," ujar Novanto.

Baca: Tak Pasang Target Dapat Pacar, Kartika Putri: Its Not Easy

Kemarin, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengumumkan langsung penetapan tersangka baru kasus korupsi e-KTP.

Setelah menetapkan tiga tersangka sebelumnya, yakni Irman, Sugiharto, dan Andi Agustinus (AA) alias Andi Narogong, kini giliran Setya Novanto yang diumumkan menjadi tersangka.

"‎Setelah mencermati fakta persidangan terhadap dua terdakwa dalam dugaan korupsi e-KTP tahun 2011-2012, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk tetapkan seorang lagi tersangka. KPK menetapkan Saudara SN, anggota DPR RI periode 2009-2014 sebagai tersangka," ungkap Agus Rahardjo, Senin (17/7/2017) di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. (*)

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help