WartaKota/

Korupsi KTP Elektronik

Setya Novanto: Bagaimana Cara Transfer Rp 574 Miliar? Wujudnya Seperti Apa?

Setya Novanto pun memohon kepada awak media untuk tidak salah memberitakan perihal kasus e-KTP yang menimpa dirinya.

Setya Novanto: Bagaimana Cara Transfer Rp 574 Miliar? Wujudnya Seperti Apa?
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ketua DPR Setya Novanto usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/12/2016). Novanto diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi proyek e-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). 

WARTA KOTA, SENAYAN - Ketua DPR Setya Novanto menjadi tersangka kasus korupsi proyek e-KTP. Dalam dakwaan di persidangan sebelumnya, Setya Novanto dituduh menerima suap Rp 574 miliar.

Setya Novanto pun bingung mendapat tuduhan dapat uang Rp 574 miliar. Setya Novanto tidak mengerti bagaimana cara mendapatkan aliran dana sebesar itu.

"Rp 574 miliar besar bukan main, bagaimana cara transfernya? Wujudnya seperti apa?" kata Setya Novanto di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Baca: Persekusi Bukan Tabayun

Setya Novanto pun memohon kepada awak media untuk tidak salah memberitakan perihal kasus e-KTP yang menimpa dirinya. Setya Novanto pun merasa terzalimi.

"Saya mohon betul-betul jangan ada kezaliman," ujarnya.

Setya Novanto pun kembali membantah tidak menerima aliran dana suap pengadaan proyek e-KTP. Hal itu dibuktikan dalam persidangan saat Nazarudin menjadi saksi.

Baca: Wanita Bugil yang Viral di Medsos Menangis Usai Belanja di Apotek

"Sudah kita lihat dalam sidang Tipikor, dalam fakta persidangan Saudara Nazar dalam keterlibatan saya e-KTP tidak ada," jelas Setya Novanto.

Setya Novanto menambahkan, berdasarkan kesaksian pengusaha Andi Narogong pada 29 Mei, juga mengaku tidak pernah menerima uang sebanyak Rp 574 miliar.

"Pada 29 Mei, Andi Narogong menyampaikan saya tidak menerima hal tersebut (uang Rp 574 miliar)," papar Novanto.

Baca: Sri Bintang Pamungkas: Tuduhan kepada Rizieq Shihab Tidak Beralasan dan Gombal

Kemarin, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengumumkan langsung penetapan tersangka baru kasus korupsi e-KTP.

Setelah menetapkan tiga tersangka sebelumnya, yakni Irman, Sugiharto, dan Andi Agustinus (AA) alias Andi Narogong, kini giliran Setya Novanto yang diumumkan menjadi tersangka.

"‎Setelah mencermati fakta persidangan terhadap dua terdakwa dalam dugaan korupsi e-KTP tahun 2011-2012, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk tetapkan seorang lagi tersangka. KPK menetapkan Saudara SN, anggota DPR RI periode 2009-2014 sebagai tersangka," ungkap Agus Rahardjo, Senin (17/7/2017) di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. (*)

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help