WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Sekuriti Alami Kecelakaan Kerja, Ahli Waris Terima JKK dari BPJSTK

"Ahli waris juga mendapatkan Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar 17.092.827 rupiah dan Jaminan Pensiun (JP) Berkala sebesar 319.000 rupiah setiap bulannya,

Sekuriti Alami Kecelakaan Kerja, Ahli Waris Terima JKK dari BPJSTK
Warta Kota/Bintang Pradewo
Ahli waris petugas pengamanan Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan. Joseph Serin (49), saat menerima santunan kematian dari Direktur Pelayanan, Krishna Syarif. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Bintang Pradewo

WARTA KOTA, KEBON JERUK -- Peristiwa menyedihkan saat bekerja menimpa salah seorang petugas pengamanan Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan. Joseph Serin (49), meninggal dunia saat sedang melaksanakan tugasnya untuk menjaga keamanan pada acara Rapat Kerja Nasional BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2017 di Bandung.

Joseph merupakan anak pertama dari 5 bersaudara yang bekerja sebagai sekuriti di BPJS Ketenagakerjaan kantor pusat sejak tahun 1998, dan memilki 2 orang anak.

Berdasarkan keterangan yang dikeluarkan oleh Komandan Lapangan Kosasih bersama tim medis, pihak panitia telah mengupayakan pertolongan pertama dengan membawa korban langsung ke rumah sakit Pindad, Bandung tapi korban tidak terselamatkan.

Istri ahli waris petugas pengamanan Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan. Joseph Serin (49), saat menyampaiikan terima kasih kepada BPJS karena menerima santunan kematian dari  Direktur Pelayanan, Krishna Syarif.
Istri ahli waris petugas pengamanan Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan. Joseph Serin (49), saat menyampaiikan terima kasih kepada BPJS karena menerima santunan kematian dari Direktur Pelayanan, Krishna Syarif. (Warta Kota/Bintang Pradewo)

Mendengar berita tersebut, BPJS Ketenagakerjaan langsung melakukan penelusuran terkait kepesertaan korban yang terdaftar sebagai Karyawan alih daya PT Binajasa Abadikarya.

Direktur Pelayanan, Krishna Syarif bersama bersama Kepala Kantor Wilayah DKI Jakarta, Endro Sucahyono, telah mendatangi kediaman ahli waris korban untuk mengucapkan rasa duka cita dan bertemu dengan Istri korban, Sutinah (47).

Kasus kematian Joseph saat kondisi bekerja ini termasuk dalam perlindungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), keluarga Almarhum mendapatkan santunan sebesar 161.076.000 rupiah ditambah Jaminan Kematian (JKm) berupa biaya pemakaman sebesar 3.000.000 rupiah dan santunan berkala sebesar 4.800.000 rupiah.

"Ahli waris juga mendapatkan Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar 17.092.827 rupiah dan Jaminan Pensiun (JP) Berkala sebesar 319.000 rupiah setiap bulannya," kata Krishna, Selasa (18/7).

Selain manfaat tersebut, kata dia, BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat tambahan berupa Beasiswa bagi anaknya yang kini duduk di kelas II SMP sebesar 12.000.000 Rupiah. Dengan demikian, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan kepada ahli waris Joseph berupa santunan dan tabungan sebesar total 198.287.000 rupiah.

“Santunan yang kami berikan ini memang tidak sebanding dengan kehilangan yang dialami oleh Ibu Sutinah. Semoga santunan yang diberikan ini dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan”, kata Krishna.

Ahli waris petugas pengamanan Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan. Joseph Serin (49), saat menerima santunan kematian dari  Direktur Pelayanan, Krishna Syarif.
Ahli waris petugas pengamanan Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan. Joseph Serin (49), saat menerima santunan kematian dari Direktur Pelayanan, Krishna Syarif. (Warta Kota/Bintang Pradewo)

Sutinah mengaku terkejut atas santunan berupa sejumlah uang yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan akibat kecelakaan kerja yang merenggut nyawa suaminya.

Dia berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan dan PT Bijak karena telah memberikan perlindungan atas risiko kerja kepada suaminya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah DKI Jakarta, Endro Sucahyono, menekankan pentingnya para pekerja baik formal maupun informal, organik maupun alihdaya untuk mendapatkan perlindungan pekerjaan, karena risiko kerja yang mereka harus hadapi sangat besar dan dapat berakibat fatal, seperti kehilangan nyawa.

“Fokus kami untuk melindungi seluruh pekerja, tidak terkecuali pekerja alih daya (outsourcing), agar perlindungan menyeluruh kepada seluruh pekerja di Indonesia dapat segera terealisasi. Kejadian ini juga merupakan teguran bagi kita agar lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaan dan sekaligus memberi gambaran nyata akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan," kata Endro.

Menurutnya BPJSTK akan terus berupaya memberikan perlindungan dan layanan terbaik kepada para pekerja. "Kami berharap santunan yang diberikan kepada ahli waris Almarhum Joseph dapat mengurangi beban sosial dan ekonomi keluarga yang ditinggalkan”, pungkas Endro.(*)

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help