WartaKota/

Meski Setnov Sudah Jadi Tersangka Golkar Nyatakan Solid Dukung Dia sebagai Ketum dan Ketua DPR

Setya Novanto sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi KTP-2. Tetapi Golkar menyatakan soild mendukungnya sebagai ketua umum dan ketua DPR

Meski Setnov Sudah Jadi Tersangka  Golkar Nyatakan Solid Dukung Dia sebagai Ketum dan Ketua DPR
Arie Puji Waluyo
Idrus Marham, Sekretaris Jenderal Partai Golkar 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menegaskan partainya solid mendukung Setya Novanto dalam menghadapi penetapannya sebagai tersangka kasus korupsi KTP elektronik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami menyampaikan DPP Golkar dan fraksi adalah solid untuk memberikan dukungan kepada Bapak Setya Novanto baik sebagai Ketum Golkar maupun ketua DPR RI," ujar Idrus seusai mengikuti rapat konsolidasi internal Fraksi Golkar di Gedung DPR Senayan Jakarta, Selasa.

Idrus menekankan DPP Partai Golkar menugaskan jajaran Fraksi Golkar untuk melakukan kajian terhadap surat keputusan penetapan Novanto sebagai tersangka.

"Kami menugaskan fraksi mengkaji bagaimana konstruksinya, dan apa alasan-alasannya, guna menentukan langkah-langkah hukum lanjutan," kata dia.

Idrus mengatakan bahwa terkait penetapan tersangka tersebut, Golkar tidak akan menggelar musyawarah nasional luar biasa. Jika pun ada rapat konsolidasi partai, maka hanya akan ada penyelenggaraan rapat pimpinan nasional.

KPK menetapkan Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus pidana korupsi dalam proyek pengadaan KTP elektronik.

"KPK menetapkan saudara SN (Setya Novanto) anggota DPR periode 2009-2014 sebagai tersangka karena diduga dengan melakukan tindak pidana korupsi dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi dengan menyalahgunakan kewenangan sarana dalam jabatannya sehinga diduga merugikan negara sekurang-kurangnya Rp2,3 triliun dari nilai paket pengadan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK Jakarta, Senin (17/7).

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help