Pondasi Apartemen Permata Hijau Terancam Rusak Akibat Air Tanah Bocor

Air tanah disana bocor sejak pembangunan basement pada tahun 1992. Sampai tahun 2017 kebocoran masih terus terjadi.

Pondasi Apartemen Permata Hijau Terancam Rusak Akibat Air Tanah Bocor
Tribunnews.com
Ilustrasi air tanah 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw

WARTA KOTA, KEBAYORAN LAMA -- Pondasi Apartemen Permata Hijau terancam rusak. Penyebabnya terjadi kebocoran air tanah selama bertahun-tahun dan tak bisa dihentikan.

Air tanah disana bocor sejak pembangunan basement pada tahun 1992. Sampai tahun 2017 kebocoran masih terus terjadi.

Building Manager Apartemen Permata Hijau, Andi Sofyan, mengakui pihaknya tak mampu menghentikan kebocoran tersebut.

Andi menjelaskan, awalnya terdapat beberapa titik kebocoran air tanah di basement apartemen.

Pihaknya mencoba menutup satu per satu titik bocor, tetapi air justru kembali keluar di lokasi lain di basement.

"Akhirnya kami memperbesar salah satu titik. Akhirnya lokasi rembesan air yang lain berhenti," kata Andi ketika ditemui Wartakotalive.com di apartemen permata hijau, beberapa waktu lalu.

Selanjutnya pengelola apartemen memilih menampung dan menggunakan air tersebut. Sebab setelah diteliti, kondisi airnya lebih bersih dari air olahan PAM Jaya.

"Dikatakan rezeki, ini bukan juga rezeki. Kenapa begitu, karena kita tak tahu dibawah ada apaan. Ini sudah belasan tahun lagi. Kita ketakutan juga," kata Andi.

Menurut Andi, pihaknya sama sekali tak tahu apa dampak dari kebocoran air tanah tersebut terhadap tanah yang menopang bangunan maupun pondasi apartemen.

Sebab belum pernah ada penelitian terkait struktur tanah disana selama kebocoran air tanah terjadi.

Kepala Seksi Konservasi Air Tanah Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, Ali Ridho, mengatakan, pihaknya sudah meminta Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang meninjau ulang sertifikat laik fungsi (SLF) apartemen permata hijau.

"Sudah kami mintakan itu soal peninjauan SLF itu," kata Ridho ketika dihubungi Wartakotalive.com, beberapa waktu lalu.

Menurut Ridho, kebocoran air tanah pasti membawa dampak terhadap struktur tanah maupun pondasi bangunan.

"Kan air itu menggerus juga. Itu yang perlu diteliti. Perlu ada penelitian dan dicari tahu apa yang sedang terjadi dibawahnya," kata Ridho.(*)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved