WartaKota/

BPS Sumatera Barat Ungkap Rokok Masih Jadi Pemicu Kemiskinan Terbesar Kedua

BPS Sumatera Barat mengungkap bahwa rokok masih menjadi pemicu pemiskinan di provinsi itu dengan persentase yang besar di perkotaan dan di pedesaan

BPS Sumatera Barat Ungkap Rokok Masih Jadi Pemicu Kemiskinan Terbesar Kedua
Shutterstock
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mengungkap bahwa rokok masih menjadi pemicu kedua pemiskinan di provinsi itu dengan andil 14,07 persen di perkotaan dan 15,70 persen di pedesaan berdasarkan data periode Maret 2016-Maret 2017.

"Rokok menjadi komoditas nomor dua penyumbang garis kemiskinan setelah beras," kata Kepala BPS, Sumbar Sukardi, di Padang, dalam acara pemaparan Berita Resmi Statistik tentang Profil Kemiskinan Sumbar, Senin.

Menurutnya komoditas pertama penyumbang kemiskinan di Sumbar adalah beras dengan andil 21,74 persen untuk perkotaan dan 29,42 persen untuk perdesaan.

Untuk komoditas bukan makanan penyumbang kemiskinan antara lain perumahan, bensin, pendidikan, listrik, angkutan dan perlengkapan mandi.

Dia menyebutkan, jumlah penduduk miskin Sumbar pada periode Maret 2017 mencapai 364.513 jiwa atau turun 11.997 orang dibandingkan periode September 2016.

Dalam mengukur kemiskinan, sambungnya, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar yang memandang kemiskinan sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi, memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

"Dengan pendekatan ini persentase penduduk miskin dihitung terhadap total penduduk," kata dia.

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help