WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Hanya Buruh Cuci Bergaji Sejuta Iroh Harap Anaknya Jera Setelah Mengancam Pakai Golok

Iroh kesehariannya hanya bekerja sebagai buruh cuci dengan gaji rata-rata Rp 1 juta per bulan.

Hanya Buruh Cuci Bergaji Sejuta Iroh Harap Anaknya Jera Setelah Mengancam Pakai Golok
Warta Kota/Rangga Baskoro
Iroh diancam anaknya karena hanya punya Rp 7.000 di dompetnya. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, SAWAH BESAR -- Ibu yang diancam anaknya menggunakan golok, Iroh (45) menyatakan tak akan meminta kepolisian untuk membebaskan anaknya yang bernaman Idris (20) setelah diamankan ke Mapolsek Metro Sawah Besar, pada Minggu (16/7/2017), sekitar jam 17.00.

"Gak lah (dibebaskan). Biarin saja, biar dia (Idris) kapok," ujar Iroh di Gang Fajar II, Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (17/7).

Iroh yang kesehariannya bekerja sebagai buruh cuci dengan gaji rata-rata Rp 1 juta per bulan ini mengatakan, Idris meminta uang untuk menebus motornya yang sedang diperbaiki di bengkel.

Namun karena di dompetnya hanya ada uang Rp 7.000, Iroh tak bisa memenuhi permintaan anaknya.

"Dia (Idris) kerjanya jadi kuli angkut, gajinya Rp 800.000 sebulan. Gak tahu uangnya dipakai buat apa, kok tiba-tiba minta uang ke saya Rp 500.000," ungkapnya.

Setelah mengambil golok dan mengancam ibunya, Idris, langsung menemui ayah tirinya yang sedang bekerja di dekat rumahnya.

Ia menyatakan bahwa saat menghampiri ayahnya, Idris diberikan uang Rp 250.000

"Pas samper ayahnya sih, katanya (Idris) goloknya ditaruh lagi. Gak tau bener apa gak, saya kan pingsan. Habis dia ketemu terus dikasih uang Rp 250.000, ayahnya nanya ke dia, 'Ibu mana', terus kata Idris, 'ada di rumah, pingsan'. Suami saya langsung lari ke rumah," ujar Iroh.

Idris kemudian diamankan lantaran warga sekitar yang mendengar keributan di dalam rumah Iroh melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Kini Idris sudah ditahan di Mapolsek Metro Sawah Besar.

"Pemudanya sudah kami amankan," ujar Kapolsek Metro Sawah Besar Kompol Ridwan Soplanit. 

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help