WartaKota/
Home »

Depok

Akhirnya Empat Siswa Miskin Diterima di SMA dan SMK Negeri di Depok

Dua kali aksi unjuk rasa dalam dua pekan terakhir oleh masyarakat miskin Depok di Kantor Kordinator SMS/SMK di Depok, ternyata tak sia-sia.

Akhirnya Empat Siswa Miskin Diterima di SMA dan SMK Negeri di Depok
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Aksi seatusan perempuan DKR Depok untuk menuntut seluruh siswa dari keluarga miskin di Depok dapat diterima bersekolah di SMA atau SMK negeri, Rabu. 

WARTA KOTA, DEPOK - Dua kali aksi unjuk rasa dalam dua pekan terakhir oleh masyarakat miskin Depok, yang tergabung di Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok di Kantor Kordinator SMS/SMK di Depok, beberapa waktu lalu, ternyata tak sia-sia.

Sebanyak 4 siswa miskin di Depok dari sebelumnya 15 siswa miskin yang sempat ditolak masuk di SMA/SMK negeri di Depok dengan alasan kuota, akhirnya kini dipastikan mendapat bangku dan dapat bersekolah di SMA/SMK Negeri di Depok.

Empat siswa miskin terakhir yang masih ditolak sampai pekan lalu, tiga siswa diantaranya akhirnya diterima di SMAN 1 Depok dan satu siswa di SMKN 1 Depok.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok, Roy Pangharapan kepada Warta Kota, Senin (17/7/2017).

Baca: Begini Curahan Hati Putri Jeremy Thomas

"Akhirnya siswa dari keluarga miskin menerima haknya setelah kami melakukan aksi dua kali. Kami berterima kasih atas semua pihak yang mendukung perjuangan kami," kata Roy.

Meski begitu Roy tetap menyayangkan mengapa ada penolakan siswa miskin di sekolah negeri di Depok dengan alasan kuota.

Bahkan ia menduga sebenarnya masih banyak siswa miskin di Depok yang belum mendapat akses bersekolah di sekolah negeri yang bersubsidi 100 persen.

"Karena yang terlaporkan ke kami sampai beberapa pekan lalu, hanya 15 siswa. Namun sebenarnya ini fenomena gunung es, dan lebih banyak yang tak terlaporkan karena mereka tak tahu harus mengadu kemana," kata Roy.

Padahal kata dia Permendikbud Nomor 17 tahun 2017 tentang penerimaan peserta didik baru dengan jelas menyebutkan bahwa siswa dari keluarga tak mampu diprioritaskan diterima di sekolah negeri. Bahkan sekolah negeri wajib memasukkan minimal 20 persen kuota siswa baru bagi mereka yang miskin.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help