WartaKota/
Home »

Sport

» Tenis

Federer Petenis Pertama Raih Gelar Wimbledon Delapan Kali, Ini Rahasianya

Roger Federer menjadi petenis pertama yang meraih gelar tunggal putra Wimbledon delapan kali, Minggu, setelah menggilas petenis Kroasia Marin Cilic.

Federer Petenis Pertama Raih Gelar Wimbledon Delapan Kali, Ini Rahasianya
Antara
Roger Federer, petenis profesional Swiss 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Roger Federer menjadi petenis pertama di dunia yang memenangi gelar tunggal putra Wimbledon sebanyak delapan kali Minggu, setelah menundukkan  petenis Kroasia, Marin Cilic, dengan skor 6-3, 6-1, 6-4.

Maestro tenis Swiss yang meraih gelar ketujuhnya lima tahun lalu itu memainkan final Wimbledon ke-11-nya dengan sambutan perlawanan pada awal pertandingan.

Namun ketika dia mampu mematahkan serve Cilic pada game kelima set pembukaan pertandingan ini menjadi berlangsung berat sebelah.

Tidak seperti kekhawatirannya sendiri, 23 hari sebelum ulang tahunnya yang ke-36, ayah empat anak ini menjadi juara tunggal putra tertua Wimbledon di era profesional setelah ia menjalani pertandingan demi pertandingan tanpa kehilangan satu set pun sepanjang dua pekan ini.

Sementara Cilic, final pertamanya di Lapangan Tengah Wimbledon menjadi siaran mimpi buruk bagi jutaan pemirsa televisi di seluruh dunia.

Mengawali pertandingan dengan baik, permainan Cilic terus merosot hingga setelah tertinggal 0-3 pada set kedua ia tersungkur di kursi tepi lapangan; terlihat menangis ketika fisioterapis dan wasit turnamen mendatanginya.

Untuk sesaat ini terlihat seperti final yang dapat berakhir dengan pensiun untuk kali pertama sejak 1911.

Mendapat sambutan simpatik dari 15.000 penonton yang sebagian besar menggemari Federer, petenis 28 tahun itu mendapatkan kembali ketenangannya namun ia sama sekali tak memiliki peluang ketika Federer mempertajam permainannya menuju raihan gelar Grand Slam ke-19nya.

Cilic memerlukan medical timeout setelah kalah pada set kedua dalam waktu 25 menit --masalah yang kelihatannya terjadi pada kakinya-- namun semangatnya terlihat hancur.

Federer tak henti-hentinya menyerang ketika perhatian Cilic terus tertuju ke kakinya, hingga unggulan ketiga asal Swiss itu mematahkan servis lawannya pada game ketujuh set ketiga, ketika lawan melepaskan pukulan yang membentur net.

Set itu kemudian berakhir cepat ketika Federer melakukan servis pada kedudukan 5-4, untuk mengamankan gelarnya.

Ia gagal memaksimalkan match point pertama ketika pukulan forehandnya melebar, namun mampu mengonversi match point kedua dengan ace kedelapannya pada laga ini.

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help