WartaKota/
Home »

Depok

Anak Bos Pandawa Juga Praperadilankan Kejari Depok Selain Polda Metro Jaya

"Jadi Kejaksaan Negeri Depok kami praperadilankan karena mengamini kasus ini," kata dia.

Anak Bos Pandawa Juga Praperadilankan Kejari Depok Selain Polda Metro Jaya
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ketua Umum Yaperma M Anshory selaku kuasa yang ditunjuk anak kandung Bos Pandawa Grup dari badan hukum untuk mempraperadilankan penyidik Polda Metro Jaya atas penanganan kasus bos Pandawa Salman Nuryanto. 

Ia menjelaskan tanpa diperiksa penyidik Nuryanto sudah ditetapkan tersangka.

"Ini janggal. Belum lagi, saat penangkapan dan penahanan, Nuryanto mengalami banyak siksaan dan intimidasi dari penyidik. Bahkan saat penyitaan asset dilakukan, penyidik tidak dilengkapi surat tugas dan surat lainnya, serta melakukannya secara paksa," kata Anshory kepada Warta Kota di Kantor Yaperma, Bedahan, Sawangan, Depok, Minggu (16/7/2017).

Menurutnya banyaknya kejanggalan proses penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan penyidik, membuat pihaknya mempraperadilankan kasus ini.

Apalagi kata dia, batas penahanan yang dilakukan penyidik atas Nuryanto sampai 119 hari sebelum dilimpahkan ke kejaksaan, atau melebihi ketentuan yang maksimal 60 hari.

"Memang bisa lebih dari 60 hari jika ancamannya lebih dari 9 tahun. Tetapi pasal TPPU sebagai dasar tuduhan yang ancamannya sampai 20 tahun penjara tidak tepat diterapkan," kata Anshory.

Sebab kata dia, dana yang diinvestasikan ke koperasi yang dipimpin Nuryanto bukan hasil kejahatan seperti penjualan narkoba, korupsi dan lainnya.

"Kami akan beberkan di persidangan praperadilan bagaimana Nuryanto mengalami penyiksaan oleh penyidik saat ditahan dan diperiksa," katanya.

Ia menuturkan permohonan praperadilan kasus Salman Nuryanto sudah dilayangkan pihaknya ke PN Depok sejak 30 Mei lalu. Sidang pertama sudah digelar 19 Juni lalu namun ditunda oleh Hakim Tunggal PN Depok Teguh sampai 10 Juli.

Penundaan dilakukan karena penyidik Polda tidak hadir. "Kami curiga penundaan dilakukan memberi kesempatan penyidik melimpahkan kasus ini ke Kejari Depok. Ternyata benar, pada hari yang sama kasus dilimpahkan ke Kejari Depok," katanya.

Lalu pada sidang 10 Juli, katanya, Hakim Tunggal menunda sidang hingga sepekan ke depan atas permintaan dua orang yang mengaku dari biro hukum Polda Metro Jaya. "Sebab kedua orang itu tidak bisa menunjukkan identitas dan bukti menerima kuasa dari Polda Metro Jaya," katanya.

Karenanya, kata Anshory, pada sidang lanjutan, Senin (17/7/2017) besok, hadir atau tidaknya pihak penyidik Polda Metro Jaya selaku termohon, sidang harus tetap berjalan.

"Sebab seauai ketentuan, hadir atau tidaknya termohon dalam sidang praperadilan, sidang bisa tetap berjalan," katanya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help